Mewakili Petani, PISPI Lampung Pertanyakan Kelangkaan Pupuk Subsidi NPK dan SP36

Sabtu | 02/02/2019 19.00 WIB
Mewakili Petani, PISPI Lampung Pertanyakan Kelangkaan Pupuk Subsidi NPK dan SP36
Ketua BPW PISPI Lampung Ilham Mendrofa. FOTO: RILISLAMPUNG.ID/Bayumi Adinata

RILIS.ID, Bandarlampung – Perhimpunan Sarjana Pertanian Indonesia (PISPI) Lampung mempertanyakan kelangkaan pupuk subsidi Phonska (NPK) dan SP36 di kalangan petani.

PISPI mewakili keluhan petani di Lampung, salah satunya di Kecamatan Seputih Mataram, Kabupaten Lampung Tengah yang mengaku susah mendapatkan pupuk subsidi Phonska (NPK) dan SP36 di agen atau distributor.

Keluhan petani itu mendorong BPW PISPI menggelar kajian mengenai pupuk subsidi.

“Saya mewakili petani Lampung mempertanyakan kepada pihak terkait dikemanakan pupuk subsidi tersebut. Sesuai data kita ada 22 distributor dari PT. Petrokimia yang tersebar di seluruh wilayah Lampung dalam menyalurkan pupuk subsidi tersebut ke petani yang dibantu pemerintah pusat sebanyak pupuk NPK (153,140 ton) dan SP36 (45,150 ton) pada tahun 2018, kalau dirupiahkan mencapai Rp1,1 Triliun," kata Ketua BPW PISPI Lampung, Ilham Mendrofa, dalam kajian untuk pertanian Lampung di Kedai Kopi dr Coffe, Jalan Pagar Alam  (Gg Pu) Bandarlampung, Sabtu (2/2/2019).

Menurutnya, petani bukan mempersalahkan berapa harga pupuk tersebut, tetapi masalahnya pupuk tidak ada. Jadi, kemana larinya pupuk subsidi tersebut?

“Kami PISPI akan mengawal ketersediaan dan distribusi pupuk pada musim gadu, apakah benar pupuk itu langka?"  tanya Ilham pada kajian yang dimoderatori oleh Wakil Ketua II BPW Pispi Lampung, Wirahadikusumah.

Perwakilan dari PT. Petrokimia Lampung, Sukodim membantah bahwa pupuk subsidi Phonska (NPK) dan SP36 langka untuk petani di Lampung.

Dia mengatakan bahwa pupuk subsidi tersebut bukan langka, tetapi terjadi kekurangan dalam pengiriman oleh pemerintah pusat.

"Alokasi pupuk semakin berkurang untuk provinsi Lampung, itupun bukan terjadi di Lampung saja, tetapi semua Provinsi di Indonesia," paparnya.

Menurut data PT. Petrokimia bahwa pupuk subsidi NPK dan SP36 mengalami kekurangan pada tahun ini 2019 oleh pemerintah pusat. 

Sebelumnya Pupuk Subsidi NPK (153,140 ton) dan SP36 (45,150 ton) pada tahun 2018, sedangkan tahun 2019 pupuk NPK (152,567 ton dan SP36 (43,037 ton). 

"Untuk itu pihaknya melakukan pengurangan dalam memproduksi pupuk subsidi tersebut, " kata dia.

Sukodim menyarankan bagi petani bisa membeli pupuk NPK dan SP36 non subsidi. Karena tidak semua petani mempunyai hak pupuk subsidi.

“Ini kita berikan bagi petani yang memiliki lahan kurang lebih 2 hektar. Kalau lebih dari 2 hektar wajib memakai pupuk non subsidi.Kalau tidak ini bakal terjadi temuan oleh Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK),” ujarnya.(*)


Bagaimana reaksi anda tentang artikel ini?
500
komentar (0)




2019 | WWW.RILIS.ID