Miris! Ditabrak Fortuner, Bocah 12 Tahun Gegar Otak dan Buta
Muhammad Iqbal
Selasa | 16/04/2019 16.03 WIB
Miris! Ditabrak Fortuner, Bocah 12 Tahun Gegar Otak dan Buta
Jaya Surya Admaja (12) dirawat di RS Urip Sumoharjo. FOTO: RILISLAMPUNG.ID/M Iqbal

RILIS.ID, Bandarlampung – Jaya Surya Admaja (12) siswa kelas enam salah satu SD di Desa Mekarjaya, Kelurahan Mekarjaya, Kecamatan Bangunrejo, Kabupaten Lampung Tengah, harus mendapatkan perawatan serius di RS Urip Sumoharjo, Bandarlampung, lantaran dirinya menjadi korban tabrak lari. 

Ayah kandung korban, Mustari (52) mengatakan insiden tersebut menimpa putranya pada Rabu (10/4/2019) malam. Saat itu, putranya itu baru pulang mengaji dari masjid setempat. 

"Anak saya ini naik sepeda,  terus ada mobil Toyota Fortuner warna putih ngebut nabrak anak saya dari belakang. Anak saya mental, sepeda itu sempet nyangkut dibawah kolong mobil, pengemudi mobil sempet berenti ngeluarin sepeda di kolong mobil, terus dia kabur. Serpihan dari mobil itu masih ada yang ketinggalan," katanya kepada rilislampung.id, di RS. Urip Sumoharjo,Selasa (16/4/2019).

Menurutnya dari insiden tersebut, anaknya mengalami luka serius di bagian kepala belakang, memar pada wajah, pinggang serta lecet di bagian kaki. 

"Ini anak saya enggak mau makan, enggak bisa melihat. Minum enggak mau, makan juga pakai selang. Dia kalau sadar meronta-ronta, ngamuk-ngamuk aja, mangkanya kakinya kita iket pakai tali di ranjang rumah sakit," jelasnya.

Selain itu, kini anaknya telah menjalani perawatan kurang lebih selama enam hari di RS. Urip Sumoharjo, tepatnya di ruang Delima nomor enam.

"Udah enam hari disini, tadinya sempat dibawa ke Puskesmas Bangunrejo, tapi gak sanggup jadi dibawa ke sini," ujarnya.

Sementara disinggung terkait biaya perobatan, Mustari mengatakan hanya mengandalkan bantuan dari masyarakat sekitar tempatnya tinggal. 

"Ya ini bantuan dari para tetangga deket rumah, Alhamdulillah. Kalau bantuan dari pemerintah belum ada. Saya berharap orang yang menabrak anak saya, bisa dibukakan pintu hatinya, untuk menyerahkan diri ke keluarga. Kalau memang dia masih bertahan bersembunyi dengan kesalahannya, semoga hidupnya tenang dan tidak dihantui rasa bersalah, saya coba ikhlas kalau ada apa-apa dengan anak saya nanti, biar allah semua yang balas," lirihnya sembari menyeka airmata.

Terpisah, Ketua Relawan Sosial Peduli Kemanusian (Respek Peduli) Indonesia, Anggi Fadli Fani, mengatakan, bahwa kondisi korban masih dalam keadaan koma, masih sering kejang-kejang.

"Dalam kondisi seperti ini Jaya, belum bisa dilakukan tindakan lebih lanjut seperti operasi. Untuk saat langkah utama pemulihan kondisi umum," urainya.

Selanjutnya, pihaknya juga akan mempersiapkan rumah singgah bagi Jaya, pasca perobatan, yang dinilai bahwa Jaya telah sehat, rumah singgah tersebut terletak di Perumahan Magenta, Blok A4, Kelurahan Segala Mider, Kecamatan Kedaton, Bandarlampung.

"Nanti Jaya mau kita bawa ke rumah singgah, jika memang dokter sudah menyatakan Jaya, dalam kondisi cukup baik, dan dapat pulang, untuk rawat jalan. Kita mau menyedikan jasa pemulihan rawat jalan untuk Jaya. Terlebih, Jaya dalam kondisi broken home, yang tinggal bersama neneknya," tutupnya.(*)

Editor Adi Pranoto


Bagaimana reaksi anda tentang artikel ini?
500
komentar (0)




2019 | WWW.RILIS.ID