Money Politics Pilgub, Empat Napi Dituntut 3 Tahun 2 Bulan - RILIS.ID
Money Politics Pilgub, Empat Napi Dituntut 3 Tahun 2 Bulan
Muhammad Iqbal
Kamis | 26/07/2018 15.50 WIB
Money Politics Pilgub, Empat Napi Dituntut 3 Tahun 2 Bulan
Empat narapidana dituntut 3 tahun 2 bulan dalam kasus money politics Pilgub Lampung. FOTO: RILISLAMPUNG.ID/M Iqbal

RILIS.ID, Bandarlampung – Empat terdakwa yang merupakan narapidana (napi) Lapas Rajabasa, Kota Bandarlampung, dituntut oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Irfansyah masing-masing hukuman selama tiga tahun 2 bulan penjara. JPU menilai mereka terbukti terlibat money politics Pilgub Lampung. 

Keempat terdakwa yakni Apin (33) warga Jalan Tangkuban Perahu, Telukbetung, dan Suhaimi (36) warga Jalan Cut Nyak Dien, Kaliawi, Mawardi (45) warga Jalan Hayam Wuruk, Tanjungkarang Timur dan Intan Darmawan (46) warga Kemiling, Bandarlampung.

Menurut JPU, keempatnya melanggar Pasal 187A ayat (2) Jo Pasal 73 ayat (4) UU RI No 10 Tahun 2016 Tentang Perubahan Kedua atas UU No 1 Tahun 2015 Tentang Penetapan Peraturan Pemerintahan Pengganti UU No 1 Tahun 2014 Tentang Pemilihan Gubenur, Bupati dan Walikota.

“Meminta kepada Majelis Hakim Ketua Riza Fauzi agar menjatuhi hukuman kurungan penjara selama tiga tahun dua bulan dan denda sebesar Rp200 juta subsider dua bulan kurungan penjara," kata JPU pada persidangan Kamis (26/7/2018).

Sementara Hakim Ketua Riza Fauzi usai mendengarkan tuntuntan JPU tersebut memutuskan untuk menunda persidangan selama dua jam. 

“Kita tunda sidang selama dua jam, dan akan dilanjutkan dengan agenda pembelaan dari keempat terdakwa,” ujarnya. 

Peristiwa itu sendiri terjadi pada Senin 25 Juni 2018 di dalam Lapas Rajabasa, Bandarlampung.  Bada Salat Ashar pukul 16.30 Wib saksi Herman melihat terdakwa Intan Darmawan sedang membagikan sejumlah uang terhadap sesama warga binaan di lapas tersebut. 

Uang tersebut dibagikan kepada terdakwa Apin, Suhaimi dan Mawardi. Karena melihat hal itu saksi Herman langsung mengamankan ketiganya dengan disaksikan saksi A. Abe Ronaldo. 

Dari tangan para terdakwa saksi Herman berhasil mengamankan uang Rp.250 ribu. Dengan rincian Rp.150 ribu dari terdakwa Apin, Rp.50 ribu dari terdakwa Suhaimi dan Rp.50 ribu dari terdakwa Mawardi. 

“Dengan maksud dari terdakwa Intan, pemberian uang tersebut bertujuan agar ketiganya memilih pasangan calon (Paslon) nomor urut 3 Arinal-Nunik," tutupnya JPU. (*)

Editor Adi Pranoto


Bagaimana reaksi anda tentang artikel ini?
500
komentar (0)




2019 | WWW.RILIS.ID