Musim Hujan, Petambak Udang Lamsel Merugi Ratusan Juta
Agus Pamintaher
Senin | 13/01/2020 14.59 WIB
Musim Hujan, Petambak Udang Lamsel Merugi Ratusan Juta
Tambak udang milik warga Bunut Selatan Desa Bandaragung yang terkena banjir. FOTO: RILISLAMPUNG.ID/ Agus Pamintaher

RILIS.ID, Lampung Selatan – Hujan dengan intensitas tinggi dan mengakibatkan banjir, tak hanya membuat susah petani di sejumlah wilayah di Lampung Selatan (Lamsel).

Petambak udang di Desa Bandaragung Kecamatan Sragi mengalami nasib serupa dan mengalami kerugian mencapai ratusan juta.

Sawaludin (49), warga Dusun Bunut Selatan Desa Bandaragung mengaku, udang yang berumur satu bulan tidak ada lagi yang bisa diselamatkan. Padahal ia telah menabur benur sebanyak 70 ribu ekor di atas lahan seluas setengah hectare (ha).

”Benur saya beli dengan harga Rp46 per ekor dan di kolam seluas setengah hektare ini ada 70 ribu benur. Pakannya sudah habis lima sak dengan harga Rp365 ribu per sak. Mau bagaimana lagi kalau sudah seperti ini,” ujar Sawaludin, Minggu (12/1/2020).

Mashud (48), yang juga pemilik tambak udang, mengatakan hal salam. Dalam satu hektare lahan tambak, ia sebar benur sebanyak 85 ribu ekor.

Kini ia tidak bisa berharap banyak dari usaha yang telah digelutinya puluhan tahun itu selain hanya pasrah.

”Ketinggian air mencapai 30 sentimeter dari tanggul dan tambak tidak lagi bisa diselamatkan. Kejadian seperti ini tidak hanya terjadi sekali setiap tahun, bahkan saya sempat mengalami hingga tiga kali,” keluh Mashud.

Sementara itu, Mustholih (46), yang juga petani udang mengaku, meski mengalami kerugian setiap tahun, dia memilih tetap bertahan. Kejadian yang dialami sebagaimana keluhan rekan-rekannya itu menurut dia sudah biasa terjadi.

”Kalau dihitung sekitar 25 hektare tambak udang yang menjadi korban banjir dan rata-rata umur udang berkisar 30-45 hari. Kerugian sudah dipastikan mencapai ratusan juta rupiah,” ujar Mustholih. (*)

 

Editor gueade


Bagaimana reaksi anda tentang artikel ini?
500
komentar (0)




2019 | WWW.RILIS.ID