Normal Baru - RILIS.ID
Normal Baru
lampung@rilis.id
Sabtu | 30/05/2020 06.14 WIB
Normal Baru
Tri Umaryani, Kepala Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata Lampung Barat

SUDAH siapkah kita menghadapi new normal? Kehidupan normal baru. Kehidupan di mana kita mulai bisa aktif dan produktif. Kehidupan transisi menuju normal yang sesungguhnya.

Tetapi kehidupan normal yang baru tentu akan bisa dijalani dengan ketentuan dan syarat berlaku. Saat ini mau tidak mau kita harus berdamai dengan Covid-19.

Berdamai bukan berarti "menyerah" dan "terserah". Tapi, beradaptasi dengan situasi pandemi sampai vaksin Covid-19 ditemukan. Berdamai untuk hidup berdampingan hingga beberapa bulan atau bahkan sampai tahun depan.

Sampai saat ini kita tidak tahu kapan vaksin Covid-19 ditemukan.  Kita tidak tahu masa ”lockdown" ini kapan berakhirnya jika akan diteruskan. Begitu banyak korban yang terus berjatuhan. Bukan hanya jiwa, tapi juga ekonomi, sosial, dan budaya. 

Pemerintah mulai mewacanakan kehidupan new normal, maka kita harus segera bersiap menghadapinya.  Tidak cukup hanya dengan mengatur sistem dan prosedur. Tapi sejujurnya yang paling penting adalah mengetuk setiap hati nurani insan yang ada di bumi ini.

Ketika kita hanya mengatur sistem dan prosedur tanpa adanya kedisiplinan dan kesadaran dari masing masing orang, maka tidak akan pernah ada hasilnya. 

Kita bisa menyaksikan yang terjadi saat ini. Ketika masjid dibatasi, sebaliknya justru pusat perbelanjaan ramai dikunjungi.

Kita menyaksikan masyarakat yang marah ketika diingatkan akan ketentuan protokol kesehatan. Hal-hal seperti ini tidak akan terjadi jika kepatuhan itu tumbuh dari kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga diri.

Menjaga kesehatan diri dan keluarga saat ini menjadi bagian dari menebar kebaikan kepada sesama. Kesakitan kita saat ini karena Covid-19 akan memberikan dampak bukan hanya kepada kita. Tapi juga keluarga dan lingkungan. Mari kita jaga diri, jaga keluarga, jaga sesama untuk menyongsong kehidupan new normal.

Kita juga perlu berempati terhadap saudara saudara kita yang terkena Covid-19, karena penyakit yang diakibatkan Covid-19 bukanlah aib yang harus dihindari, dikucilkan, atau ditutupi. Ini semua adalah ujian dari Allah SWT, yang jika manusia mensyukuri dan mengambil pelajaran di dalamnya pasti akan banyak hikmahnya. 

Berikan empati kita kepada saudara saudara kita yang terkena ujian dengan tetap memberikan dukungan serta terus waspada menjaga kesehatan kita masing masing. 

Pada masa trasnsisi ini kesehatan kita masing masing akan menentukan sejauh mana kondisi ini akan terus berlangsung. Jika imunitas kita bagus, tubuh kita sehat, maka hidup kita bahagia.

Kita harus menyadari bahwa ujian pandemi Covid-19 juga bagian dari takdir Yang Maha Kuasa, yang harus dijalani manusia.

Selain berupaya secara fisik tentu mendekatkan diri dengan Yang Maha Kuasa menjadi upaya spiritual bagi umat manusia sebagai hamba Allah. 

Ketika takdir sudah sampai maka tidak ada yang bisa menghalaunya. Tetapi tugas kita sebagai manusia adalah terus berupaya dan berdoa.

Sejujurnya yang perlu sehat dan terhindar dari Covid-19 adalah kita. Maka mari kita membiasakan hidup bersih, menjaga jarak, menghindari kerumunan, dan menjalankan aktivitas sesuai protokol kesehatan.

Jika kemarin kita kurang perduli terhadap upaya kesehatan yang bersifat preventif, sudah saatnya kini perduli. 

Saat ini perlu juga menjadi  momentum bagi kita untuk mulai serius menangani upaya kesehatan yang promotif dan preventif.

Pusat kesehatan masyarakat yang berada di wilayah paling bawah sebagai garda terdepan, harus mampu mengedukasi masyarakat di tingkat desa dan kecamatan tentang protokol kesehatan Covid-19.

Alangkah mudah dan indahnya kehidupan new normal yang akan kita jalani, jika semua menyadari dan mendisiplinkan diri.

Tidak perlu saling menyalahkan, tapi kita bisa berkontribusi membantu para tenaga medis yang telah berjuang di garda terdepan mengorbankan tenaga jiwa dan keluarga untuk menyelamatkan kita semua. 

Siap tidaknya Indonesia menghadapi new normal, ada peran kita di dalamnya. Ketuk hati nurani kita untuk terus perduli sesama bukan hanya lewat donasi. Tapi juga menjaga perilaku hidup kita. Bersama kita bisa menuju new normal di Indonesia. (*)


Bagaimana reaksi anda tentang artikel ini?
500
komentar (0)




2019 | WWW.RILIS.ID