Ojek Online Dilarang, Driver: Makan Apa Anak Istri Kami? - RILIS.ID
Ojek Online Dilarang, Driver: Makan Apa Anak Istri Kami?

Rabu | 18/04/2018 21.21 WIB
Ojek Online Dilarang, Driver: Makan Apa Anak Istri Kami?
ILUSTRASI: Ist

RILIS.ID, Bandarlampung – Rencana Ditlantas Polda Lampung melakukan penertiban dan pelarangan sementara terhadap ojek motor online hingga adanya revisi UU 22/2009 Tentang Lalu Lintas Angkutan Jalan (LLAJ), mendapat penolakan dari Gabungan Admin Shelter Pengemudi Ojek Online (GASPOOL) Provinsi Lampung. Menurut ketuanya, Miftahul Huda, rencana itu akan membuat ribuan driver kehilangan pekerjaan.

Miftahul mengatakan, kehadiran ojek online menjadi salah satu solusi bagi masyarakat untuk mendapatkan pekerjaan. Di sisi lain, pengguna ojek juga terbantu dengan kemudahan mendapatkan transportasi. "Jadi kami mohon kepada Polda untuk tidak melakukan penertiban kepada ojek online," ujar dia kepada rilislampung.id, Rabu (18/4/2018).

Ia membenarkan, sesuai UU 22/2009 Tentang Lalu Lintas Angkutan Jalan (LLAJ), memang motor bukanlah moda transportasi umum. Namun begitu, diharapkan kepada pemerintah untuk memberikan kebijakan agar ojek motor online tidak disetop.

“Kalau pun tetap ditertibkan dan diberhentikan sementara, ya kami mohon ojek pangkalan juga diperlakukan sama, jangan sampai pilih kasih kasih, nanti akan menimbulkan keributan," ujarnya.

Terpisah, Hezirianto, driver ojek motor online juga tidak setuju atas rencana penertiban itu.

"Mau makan apa anak istri saya kalau diberhentikan, cuma ini pekerjaan saya," ujar warga Wayhalim Bandarlampung ini.

Oleh karena itu, dia memohon kepada pemerintah pusat untuk dapat segera merevisi UU 22/2009 dan cepat menyetujui bahwa motor juga merupakan transportasi umum.

“Kami tidak ingin pemerintah malah menyusahkan orang susah seperti kami," ujar dia. (Baca: Lebay ah, Pengamat Anggap Ojek Motor Berbahaya Karena Tanpa Airbag). (*)

Editor Adi Pranoto


Bagaimana reaksi anda tentang artikel ini?
500
komentar (0)




2019 | WWW.RILIS.ID