Oknum Perwira Polda Lampung Diduga Terlibat Penyelendupan 1 Kg Sabu
Muhammad Iqbal
Kamis | 13/08/2020 17.50 WIB
Oknum Perwira Polda Lampung Diduga Terlibat Penyelendupan 1 Kg Sabu
Kepala BNNP Lampung Brigjen I Wayan Sukawinaya dan Kabid Humas Polda Lampung Kombes Zahwani Pandra Arsyad saat ekspose kasus di Kantor BNNP setempat, Kamis (13/8/2020). FOTO: RILISLAMPUNG.ID/M.Iqbal

RILIS.ID, Bandarlampung – Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Lampung berhasil mengungkap penyelendupan narkotika jenis sabu seberat 1 kg yang diduga melibatkan oknum polisi.

Kepala BNNP Lampung Brigjen I Wayan Sukawinaya mengungkapkan sabu seberat 1 kg berasal dari Pekanbaru dan dikirim ke Bandarjaya, Lampung Tengah melalui jasa pengiriman pada 8 Agustus lalu.

"Petugas mendapatkan informasi dan langsung melakukan pengecekan. (Paket) ternyata berisikan narkotika jenis sabu, yang dibungkus dengan plastik kemasan teh Cina merek Guan Yin yang disembunyikan di dalam paket berupa speaker," katanya saat ekspose kasus di Kantor BNNP Lampung, Kamis (13/8/2020).

Setelah mengetahui adanya keterlibatan anggota Polri, BNNP kemudian berkoordinasi dengan Polda Lampung dan Polres Lampung Tengah (Lamteng) untuk melakukan penyelidikan bersama.

"Pada tanggal 9 Agustus 2020 sekitar pukul 16.00 WIB di pelataran Masjid Al-Ikhlas, Gunungsugih, Lampung Tengah, petugas berhasil mengamankan seorang laki-laki bernama Adi Kurniawan alias Daing (39), yang berencana mengambil paket tersebut," jelas Wayan.

Berdasarkan pengakuan Adi Kurniawan alias Daing, dirinya mendapatkan perintah dari oknum anggota Polda Lampung bernama Andri Yanto untuk mengambil paket tersebut.

"(Tersangka) Dia ngaku-nya cuma disuruh sama si AY untuk ngambil paket itu. Kemudian tim berhasil mengamankan pelaku di kediamannya di Desa Ganjar Agung, Metro," ungkap Wayan.

Kabid Humas Polda Lampung Kombes Zahwani Pandra Arsyad menjelaskan oknum polisi berpangkat ajun komisaris polisi (AKP) itu telah menjalani proses hukuman kode etik.

"Untuk sanksi apakah yang bersangkutan akan dipecat atau tidak, itu nanti setelah adanya putusan berkekuatan hukum tetap (inkrah) dari pengadilan," katanya kepada awak media. (*)

Editor Segan Simanjuntak



Bagaimana reaksi anda tentang artikel ini?
500
komentar (0)




2019 | WWW.RILIS.ID