Pakar Hukum Pidana: Putusan untuk Khamami-Taufik Hidayat Tidak Adil
lampung@rilis.id
Kamis | 22/10/2020 19.59 WIB
Pakar Hukum Pidana: Putusan untuk Khamami-Taufik Hidayat Tidak Adil
Kuasa hukum Khamami dan pakar hukum pidana Eddy Rifai memberikan keterangan kepada awak media di Begadang Resto, Kamis (22/10/2020). FOTO: IST

RILIS.ID, Bandarlampung – Permohonan peninjauan kembali (PK) yang diajukan mantan Bupati Mesuji Khamami dan adiknya, Taufik Hidayat memasuki babak akhir.

Kuasa hukum Khamami dan Taufik Hidayat, Masyhuri Abdullah menyebut tahapan PK kliennya sudah masuk pada kesimpulan yang ditunda hingga 4 November 2020.

"Hari ini jadwalnya sudah masuk pada kesimpulan dari pemohon dan termohon," kata Masyhuri dalam keterangan tertulisnya, Kamis (22/10/2020).

Pihaknya juga telah mengajukan tiga bukti baru (novum) kepada Hakim Agung. Yakni surat keterangan dari Hendri Sofian yang membantu usaha Khamami dan Taufik Hidayat.

Kemudian delapan surat perintah kerja (SPK) terhadap proyek yang dikerjakan Taufik Hidayat dengan nilai total Rp15 miliar.

Yang terakhir adalah keterangan ahli pidana dari Fakultas Hukum Universitas Lampung, yakni Dr. Eddy Rifai.

"Kami juga mengajukan permohonan keterangan pidana sebagai novum. Keterangan ini juga ada yang bentuk tertulis dan waktu persidangan. Ahli pidana menyampaikan pandangan-pandangan, mengenai pembuktian yang diterapkan," tutur Mansyuri.

Sementara itu,  Eddy Rifai mengungkapkan alasan kedua terpidana mengajukan PK karena putusan hakim tidak adil.

"Alasan PK dari Khamami adalah pertama kesaksian WS (Wawan Suhendra/mantan Sekretaris Dinas PUPR Mesuji). Inilah kesaksian satu orang. Dari saksi itulah Pak Khamami itu dipidana," ujarnya.

Sementara dalam KUHAP, lanjut Eddy, saksi itu minimal dua orang.

"(Dalam perkara Khamami) Ini satu saksi, jadi putusan itu adanya ketidakadilan," kata tenaga pengajar FH Unila itu.

Dalam putusan Majelis Hakim Tipikor Tanjungkarang juga menyebut Khamami dan Taufik Hidayat turut bersama-sama melakukan tindak pidana korupsi.

"Taufik Hidayat itu memang betul adiknya Khamami. Tapi, waktu Pak Sibron itu memberi uang yang diberikan pada temannya Taufik Hidayat, begitu mau nganter ke Mesuji, mampirlah di rumah Taufik Hidayat," kata Eddy.

Dari sana, kemudian Taufik Hidayat ditangkap dan diadili dengan vonis enam tahun penjara.

"Sedangkan WS itu dipidana 5 tahun. Taufik Hidayat ini 6 tahun, padahal dia enggak ikut berhubungan dengan proyek atau ngatur proyek. Dia tidak terlibat, maka hukuman 6 tahun ini tidak adil," pungkas Eddy. (*)

Editor Segan Simanjuntak


Bagaimana reaksi anda tentang artikel ini?
500
komentar (0)




2019 | WWW.RILIS.ID