Panwaslu Tanggamus Tindaklanjuti Aduan Politik Uang Pasangan Calon
lampung@rilis.id
Senin | 25/06/2018 23.30 WIB
Panwaslu Tanggamus Tindaklanjuti Aduan Politik Uang Pasangan Calon
ILUSTRASI: RILISLAMPUNG.ID/Sulis Wanto

RILIS.ID, Tanggamus – Panwaslu Kabupaten Tanggamus menindaklanjuti dua aduan terkait temuan money politics yang diduga dilakukan relawan pasangan calon (Paslon) nomor urut 3 Arinal-Nunik, pada Minggu (24/6/2018) malam.

Diketahui, Masyarakat Peduli Pemilu menangkap tim paslon Arinal-Nunik yang sedang membagikan amplop berisi uang di dua lokasi, yaitu di Desa Singosari dan Sinarbetung Kecamatan Talangpadang pada Minggu sekira pukul 13.00 WIB.

Menurut Ketua Panwaslu Kabupaten Tanggamus Dedi Fernando, dari penangkapan di Desa Singosari sebanyak 332 amplop. Masing-masing berisi uang Rp50.000 dengan pecahan 20.000 sebanyak dua lembar dan Rp10.000 satu lembar. Totalnya Rp16.600.000.

“(Amplop) Ini belum sempat dibagikan sudah ketahuan warga, makanya langsung dilaporkan ke Panwascam Talangpadang. Inisialnya Is yang melapor. Diduga amplop berisi uang Rp50 ribu yang mau dibagikan itu berasal dari paslon Arinal-Nunik dan paslon bupati Samsul Hadi (Sam-Ni),” jelasnya ketika dikonfirmasi rilislampung.id, Senin (25/6/2018).

Untuk aduan yang kedua, lanjutnya, berasal dari Solihin Rahman yang tergabung dalam Masyarakat Peduli Pemilu. (Baca: Giliran Kecamatan Waylima dan Natar "Diserang" Money Politics)

Solihin memergoki Lina sedang membagikan amplop berisi uang Rp50 ribu di Pekon Sinarbetung. Di pekon itu, tersisa 100 amplop berisi uang Rp50 ribu dengan pecahan sama. Totalnya mencapai Rp5 juta.

“(Di Pekon Sinarbetung) Sudah terbagi dan sudah ada pemberi dan penerima. Ini sama juga dugaannya dari paslon nomor 3, meskipun tidak ada simbol di dalamnya (Arinal-Nunik). Makanya ini kita tindaklanjuti, akan kita klarifikasi selanjutnya,” katanya.

Pihaknya memiliki waktu lima hari untuk menindaklanjuti temuan dugaan money politics di Pilgub Lampung dan Pilbup Tanggamus.

“Segera kita telaah dan melakukan klarafikasi kepada yang menerima dan melaporkan serta pemberi. Jangka waktu penanganan ini hingga ke Gakkumdu hanya lima hari,” ujarnya.

Sementara Liason Officer (LO) Arinal-Nunik, Yuhadi,  membantah telah melakukan money politics pada masa tenang. “Kita tidak ada bagi-bagi itu. Itu siapa timses nya? Harus jelas,” tegasnya. (*) 

Editor Segan Simanjuntak


Bagaimana reaksi anda tentang artikel ini?
500
komentar (0)

 





2019 | WWW.RILIS.ID