Partisipasi Pemilih di Pilkada Serentak 2020 Terancam Turun
lampung@rilis.id
Sabtu | 17/10/2020 16.06 WIB
Partisipasi Pemilih di Pilkada Serentak 2020 Terancam Turun
Diskusi pilkada yang digelar Mappilu PWI Lampung di Warta Coffe, Balai Wartawan Solfian Akhmad, Bandarlampung, Jumat (12/10/2020). FOTO: ISTIMEWA

RILIS.ID, Bandarlampung – Pelaksanaan Pilkada Serentak 2020 tinggal hitungan hari. Salah satu yang menjadi kekhawatiran dalam penyelenggaraannya adalah terkait partisipasi pemilih.

Sebab, jika berkaca pada pilkada 2015, untuk Pilwakot Bandarlampung tingkat partisipasi pemilih belum mencapai target. Kala itu, pencapaian partisipasi pemilih baru dibilangan angka 64 persen dari target 77 persen.

”Apalagi dilaksanakan di masa pandemi ini?” ujar Wirahadikusumah, selaku panelis dalam diskusi pilkada yang digelar Mappilu PWI Lampung di Warta Coffee, Balai Wartawan Solfian Akhmad, Bandarlampung, Jumat (12/10/2020).

Diketahui, pada diskusi itu juga menghadirkan Ketua KPU Bandarlampung Dedy Triadi dan Sekretaris Mappilu PWI Lampung Amirudin Sormin, serta para pemimpin redaksi media massa di Lampung.

Menurut Wira –sapaan akrab Wirahadikusumah- saat ini cenderung ada apatisme dari masyarakat terhadap politik. Sebab, masyarakat saat ini tentunya akan lebih fokus kepada kepentingan ekonomi dan kesehatan.

Karenanya, Wira berharap, hal itu menjadi perhatian serius KPU Bandarlampung. Lantaran, salah satu tolok ukur dari keberhasilan pelaksanaan pilkada adalah tingkat partisipasi pemilih yang tinggi.

"Pilkada kan bukan hajatnya Pemkot Bandarlampung, bukan juga hajatnya KPU Bandarlampung, tetapi menjadi hajatnya warga Bandarlampung. Makanya, warga harus berpatisipasi, karena ini hajat kita. Dan KPU selaku penyelenggara bertanggung jawab atas partisipasi pemilih ini," paparnya.

Menanggapi hal tersebut, Ketua KPU Bandarlampung Dedy Triadi mengatakan, aspek yang diperhatikan dalam pilkada serentak yang berlangsung di tengah pandemi yakni meliputi kesehatan, keamanan, dan keselamatan.

Untuk itu, Dedy telah menyiapkan berbagai bentuk pola yang mampu membuat angka partisipasi pemilih meningkat.

”Kita akan ubah pola yang dahulunya sentralisitik seperti mengadakan roadshow ke berbagai tempat, sekarang dengan memberdayakan Relawan Demokrasi,” ujarnya.

Tugas relawan demokrasi, terus Dedy, adalah mengedukasi, literasi dan sosialisasi kepada sepuluh segmen yang telah dibuat sesuai riset yang telah dilakukan.

Selain itu, KPU juga akan memberdayakan PPS untuk sosialisasi, literasi, dan edukasi masyarakat akan pentingnya memilih calon kepala daerah.

”Kami akan koordinasikan setiap PPS yang ada di Bandarlampung untuk turut serta memberikan pemahaman kepada warga sekitar tempat mereka berdomisili,” kata Dedy.

Dia menambahkan, saat ini KPU telah membuat aplikasi berbasis IT yang harapannya mampu menyebar luaskan setiap informasi yang dibutuhkan pemilih.

”Sudah kita launching Gerbang Demokrasi yang harapannya sebagai informasi dan tahapan penyelenggaraan pilkada. Aplikasi ini terintegrasi dengan DPT, ke depannya aplikasi ini akan dikembangkan untuk kebutuhan penghitungan dan rekapitulasi suara,” pungkasnya. (*)

Laporan Dwi Des Saputra

Editor Segan Simanjuntak


Bagaimana reaksi anda tentang artikel ini?
500
komentar (0)




2019 | WWW.RILIS.ID