Pasang Tapping Box, KPK Target Akhir 2019, Herman September Ini

Kamis | 30/08/2018 20.48 WIB
Pasang Tapping Box, KPK Target Akhir 2019, Herman September Ini
Koordinator Wilayah II Sumatera Bagian Pencegahan KPK RI memberikan arahan kepada wajib pungut pajak di Gedung Semergou Pemkot Bandarlampung, Kamis (30/8/2018). FOTO RILISLAMPUNGID/El Shinta 

RILIS.ID, Bandarlampung – Koordinator Wilayah II Sumatera Bagian Pencegahan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI menargetkan 200 unit tapping box disebar ke seluruh hotel dan restoran di Kota Bandarlampung.

Seluruhnya diharapkan rampung pada akhir tahun ini. Sebab, alat untuk memonitor transaksi usaha secara online, itu berguna untuk mendukung peningkatan pendapatan asli daerah (PAD).

Koordinator Wilayah II Sumatera Bagian Pencegahan KPK RI, Adlinsyah Malik Nasution, mengatakan pihaknya bahkan sudah 'mendesak' Bank Lampung yang memiliki alat tersebut agar bersedia menyewakannya ke pemkot.

"Nggak mahal kok. Bank Lampung kan punya anggaran juga untuk investasi marketing. Terlebih bank yang punya hubungan kerjasama dengan pemda. Makanya sekarang saya balik, Anda bantu dong pemdanya. Alhamdulillah mereka mau," kata Adlinsyah.

Hal itu ia sampaikan usai menghadiri sosialisasi program optimalisasi penerimaan daerah dengan wajib pajak di Gedung Semergou, Kamis (30/8/2018).

Disinggung tindakan KPK jika masih saja ada pelaku usaha yang menolak penggunaan tapping box, Choky -panggilan akrabnya, sudah menyiapkan jurus andalan.

"Misalkan Bakso Sony harganya Rp10 ribu. Apa susahnya cuma menarik Rp1.000, jangan beralasan mahal, tetap laku kok. Pokoknya saya sudah komunikasikan dengan kepolisian dan kejaksaan untuk yang bandel,” tandasnya.

"Targetnya akhir tahun ini. Tapi kayaknya Pak Wali Kota sudah agresif, minta akhir September ini beres. Tinggal Bank Lampungnya saja yang pening meladeninya," candanya. 

Sementara Wali Kota Bandarlampung, Herman HN, membenarkan dirinya mempercepat target KPK, dari akhir tahun menjadi penghujung September ini.

"Saya selama menjadi wali kota kan meningkatkan terus PAD. Kalau pendapatan tinggi, makin banyak yang gratis-gratis di Bandarlampung," janjinya.

Mantan Kepala Biro Keuangan Provinsi Lampung ini menyatakan tidak akan menempatkan pegawai khusus untuk mengawasi tapping box.

"Saya yakin saja, tapi kalau masih mau main dua ’buku’, ya siap-siap saja," ancamnya. (*)

Editor Gueade


Bagaimana reaksi anda tentang artikel ini?
500
komentar (0)




2019 | WWW.RILIS.ID