Pasangan Idaman
Wirahadikusumah
Kamis | 20/02/2020 20.22 WIB
Pasangan Idaman
Oleh: Wirahadikusumah

Selektif lah memilih pasangan!

Nasihat ini pasti sering kita dengar. Tak hanya soal pasangan hidup. Pasangan yang lain pun demikian.

Termasuk pasangan yang dipilih ketika berniat mencalonkan diri menjadi kepala daerah.

Sebab, bisa jadi, karena salah memilih pasangan, partai enggan mengeluarkan rekomendasi. Untuk turut berkontestasi. Pada pilkada yang akan diikuti.

Itulah informasinya yang saya dapatkan di PDI Perjuangan. Yang baru-baru ini mengeluarkan rekomendasi. Kepada satu pasangan calon (paslon) kepala dan wakil kepala daerah di Lampung.

Diketahui, PDI Perjuangan baru mengeluarkan rekomendasi kepada paslon Anna Morinda dan Fritz Akhmad Nuzir. Mereka diusung untuk berkontestasi di Pilkada Metro, Lampung.

Sementara, di provinsi ini, ada delapan daerah yang akan menggelar pilkada serentak. Sehingga, masih tujuh daerah lagi yang belum dikeluarkan rekomendasinya. Oleh PDI Perjuangan.

Banyak yang menerka-nerka, mengapa tujuh daerah lainnya belum diumumkan PDI Perjuangan?

Karena banyak yang menerka itulah, akhirnya menimbulkan banyak analisa.

Nah, analisa yang berkembang saat ini, seperti yang saya katakan tadi: karena faktor pasangan.

Saya memang belum berhasil mengkonfirmasi terkait ini. Sebab, beberapa petinggi PDI Perjuangan di DPP maupun DPD, tidak mengangkat teleponnya. Saat saya hubungi. Hingga berkali-kali.

Namun, saya cukup yakin, dengan informasi tersebut. Karena faktor pasangan lah, yang menjadi salah satu alasan PDI Perjuangan belum mengumumkan rekomendasi. Pada beberapa daerah yang menggelar pilkada di Lampung.

Pertimbangan soal pasangan ini, sebenarnya bukan karena soal akur atau tidak akur. Tetapi, sebagai salah satu partai besar di Indonesia, tentu PDI Perjuangan tidak mau kadernya rugi. Karena salah memilih pasangan.

Pasti banyak yang tahu, beritanya juga sudah banyak beredar. Soal paslon yang informasinya akan diusung PDI Perjuangan. Di beberapa kabupaten dan kota. Yang akan menggelar pilkada di Lampung.

Di antaranya Bandarlampung. Kabar yang beredar, paslon yang akan diusung tadinya adalah Eva Dwiana-BadriTamam.

Namun, informasinya, Eva merasa kurang cocok dipasangkan dengan Badri. Sehingga, PDI Perjuangan mengundur pengumuman rekomendasi untuk Pilkada Bandarlampung.

Di Pesawaran beda lagi informasi yang saya terima. Bukan M. Nasir yang tidak mau berpasangan dengan politisi NasDem Naldi Rinara. Tetapi, PDI Perjuangan yang masih menimbang-nimbang.

Di tambah lagi, kabarnya, calon petahana Dendi Ramadhona dan mantan Bupati Pesawaran Aries Sandi Darma Putra, masih terus berusaha hingga saat ini. Untuk mendapatkan rekomendasi. Dari PDI Perjuangan.

Di Lampung Selatan juga sama. PDI Perjuangan dikabarkan belum merasa cocok juga, jika kadernya Nanang Ermanto dipasangkan dengan Pandu Kesuma Dewangsa.

Pun di Lampung Tengah (Lamteng). PDI Perjuangan juga belum mengeluarkan rekomendasi kepada Loekman Djoyosoemarto. Informasinya juga, karena belum merasa pas” dengan M. Ilyas Hayani Muda. Pasangan yang dikabarkan dipilih Loekman untuk berkontestasi di Pilkada Lamteng. 

Peristiwa ini pastinya menjadi pelajaran bagi saya. Mungkin juga lainnya. Agar selalu selektif memilih pasangan.

Terlebih memilih pasangan di pilkada. Yang dalam menentukannya tidak seperti memilih siapa juara Indonesian Idol 2020: apakah Lyodra atau Tiara? Gadis Karo atau Gadis Jember?

Pastinya, ibarat memilih pasangan untuk menikah, syaratnya tak cukup hanya saling cinta.

Restu juga harus didapatkan. Dari orang-orang penting. Yang ada di rumah kita.

Sehingga, yang kita pilih itu, bisa menjadi pasangan idaman. Bagi semua orang.(Wirahadikusumah)


Bagaimana reaksi anda tentang artikel ini?
500
komentar (0)




2019 | WWW.RILIS.ID