Pasar Berjaya Disosialisasikan, Belanja Online Cegah Covid-19
Darmansyah Kiki
Rabu | 07/04/2021 20.29 WIB
Pasar Berjaya Disosialisasikan, Belanja Online Cegah Covid-19
Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Lampung menyosialisasikan aplikasi Pasar Berjaya. FOTO: RILISLAMPUNG.ID/ Kiki

RILIS.ID, Pesawaran – Mendukung program Kartu Petani Berjaya, Dinas Koperasi dan UMK Provinsi Lampung menyosialisasikan aplikasi Pasar Berjaya Lampung. Ini sebagai solusi mencegah penyebaran Covid-19.

Lokasinya tersebar di beberapa daerah. Yakni Pasar Baradatu di Waykanan, Pasar Bandarjaya (Lampung Tengah), Pasar Sekampung (Lampung Timur), Pasar Kopindo (Metro), serta Pasar Sukaraja dan Hanura (Pesawaran).

Kasi Fasilitas Usaha Koperasi dari Dinas Koperasi dan UMKM Lampung, Andi Muhammad Yamin, menyampaikan hal ini di kantor Dinas Koperasi dan UMKM Pesawaran, Rabu (7/4/2021).

Andi menjelaskan, aplikasi Pasar Berjaya 19 juga memudahkan masyarakat untuk berbelanja di pasar tanpa perlu ke luar rumah. Pilot project-nya adalah pasar tradisional dengan melibatkan pedagang pasar yang merupakan UMKM.

”Kemitraan ini juga mendukung program Kartu Petani Berjaya karena barang yang diproduksi merupakan hasil dari petani dan nelayan. Juga sektor perkebunan dan perikanan,” paparnya.

Menurut Andi, pasar tradisonal ini adalah salah satu klaster penyebaran Covid-19. Sosialisasi aplikasi Pasar Berjaya ditargetkan selesai 100 persen di 15 kabupaten/kota pada triwulan II tahun 2021.

"Tidak semua pasar tradisional dipilih karena masalah internet,” tambahnya.

Pengguna bisa men-download aplikasi di-playstore maupun appstore. Usai login para pengguna aplikator mengisi identitas sesuai domisili

"Tidak mungkin orang Bandarlampung belanja di Pesawaran. Untuk masyarakat yang belum mendapat layanan mohon bersabar," ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Pesawaran, Sri Hartati, menerangkan aplikasi Pasar Berjaya ini mudahnya adalah berbelanja dengan sistem online.

"Zaman sekarang digitalisasi itu untuk memudahkan kita. Walau tidak menutup kemungkinan, masih ada masyarakat yang belum paham,” ujarnya. (*)


Bagaimana reaksi anda tentang artikel ini?
500
komentar (0)




2019 | WWW.RILIS.ID