Pekan Depan, Petani Miskin di Lampung Dapat 50 Ekor Ayam per KK
lampung@rilis.id
Minggu | 15/04/2018 21.55 WIB
Pekan Depan, Petani Miskin di Lampung Dapat 50 Ekor Ayam per KK
Menteri Pertanian Amran Sulaiman saat menghadiri panen pedet di Lampung Selatan beberapa waktu lalu. FOTO: RILISLAMPUNG.ID/Segan Simanjuntak

RILIS.ID, Bandarlampung – Kabar bahagia untuk keluarga petani miskin di Lampung. Pasalnya, Kementerian Pertanian (Kementan) mulai pekan depan akan menggelontorkan bantuan 50 ekor ayam per kepala keluarga (KK).

Rencana bantuan itu disampaikan oleh Menteri Pertanian Amran Sulaiman. Selain petani di Lampung, Kementan menargetkan 4 juta keluarga petani miskin yang tersebar di Pulau Jawa, Sulawesi Selatan, NTB, Kalimantan Selatan, Sumatera Utara, Sumatera Selatan.

“Kita fokus dulu di 8 provinsi terbesar penduduknya. 8 provinsi itu sudah 70-80% penduduk Indonesia. Pulau Jawa, Sulawesi Selatan, NTB, Kalimantan Selatan, Sumatera Utara, Sumatera Selatan, Lampung. Itu yang jadi prioritas kita. Tapi yang lainnya juga dapat," kata Amran di Hotel Mulia, Jakarta Selatan, Minggu (15/4/2018).

Pada tahap awal, jumlah ayam yang disiapkan sebagai bantuan mencapai 10 juta ekor. “Kita berikan bantuan rencananya 50 ekor ayam 1 rumah, ada juga kambing," tutur Mentan seperti dilansir dari detik.com.

Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan (Kadisbunnak) Lampung Dessy Desmaniar Romas membenarkan program Kementan tersebut. Namun, ia mengaku jumlah bantuannya tidak sebanyak yang disebut oleh Mentan Amran Sulaiman.

“Nanti saya Tanya staf saya. Kalau enggak salah tidak sebanyak itu (50 ekor ayam per KK),” singkat Dessy ketika dikonfirmasi rilislampung.id melalui sambungan telepon, Minggu (15/4).

Prasarana pendukungnya pun ikut disiapkan. Pihaknya juga memberikan kandang untuk ayam yang bakal digelontorkan ke masyarakat miskin ini, selain itu ada bantuan biaya di awal.

"Langsung kita buatkan. Kita buatkan kandangnya, langsung aku masukin nanti tanggal 23. Jadi mereka terima jadi. Nah ayamnya juga ada biayanya sampai 6 bulan sampai bertelur. Setelah bertelur, biaya pakan silahkan kan sudah menghasilkan nih beli pakan sendiri kan," tukasnya.

Kementan juga akan membagi tanaman holtikultura untuk dibudidayakan oleh petani hingga menghasilkan buah-buahan yang siap dijual oleh mereka. Hal ini dilakukan sebagai langkah mengatasi kemiskinan di bidang pertanian.

“Juga kita berikan tanaman holtikultura, tanaman perkebunan misalnya pisang, pepaya, kopi dan sebagainya berdasarkan keunggulan komparatif suatu daerah," lanjut Mentan Amran.

Amran menyebut berdasarkan data pemerintah saat ini ada 16,9 juta penduduk miskin dan 4 juta rumah tangga miskin. Maka sekarang Kementan fokus mencari solusi mengurangi jumlah masyarakat miskin khususnya yang berprofesi petani.

“Intinya ada solusi jangka pendek adalah tanam sayur-sayuran, solusi jangka menengah adalah ayamnya, solusi jangka panjang adalah perkebunannya. Ini adalah solusi permanen kemiskinan di pedesaan. Dari total 26 juta di desa itu ada 16 juta (yang miskin). Ini harus kita selesaikan atas perintah Pak Presiden (Joko Widodo)," pungkasnya. (*)

Editor Segan Simanjuntak


Bagaimana reaksi anda tentang artikel ini?
500
komentar (0)




2019 | WWW.RILIS.ID