Peluru Akhiri Perlawanan Pencuri Sepeda Motor di Waykanan
Yulianto
Selasa | 03/11/2020 15.50 WIB
Peluru Akhiri Perlawanan Pencuri Sepeda Motor di Waykanan
AD terbaring tak berdaya di RS ZA Pagar Alam. FOTO: HUMAS POLSEK BLAMBANGANUMPU

RILIS.ID, Waykanan – Perlawanan AD (25), tersangka pencuri sepeda motor berakhir, Selasa (3/11/202020). Sebuah peluru bersarang di lutut kaki kirinya. Ia tersungkur ke tanah bersimbah darah.

Warga Kampung Tanjungbulan Kecamatan Buay Madang, Ogan Komering Ulu (OKU) Timur Provinsi Sumatera Selatan ini pun terpaksa dilarikan ke rumah sakit.

AD sebelumnya sukses melarikan sepeda motor Honda Beat warna putih, pukul 18.30 WIB Senin (2/11/2020).

Kendaraan bernomor polisi BE 4718 WQ ini milik Taproni, yang diparkir di depan rumahnya di Kelurahan Umpu, Blambangumpu, Waykanan.

Meski istri Taproni sempat memergoki dan meneriakinya maling dari jendela kamar, AD berhasil kabur ke arah Islamic Center Waykanan dengan sepeda motor curian itu.

Ia bahkan mengecoh Taproni yang mengejar dengan sepeda motor pinjaman dari tetangganya yang kebetulan melintas di depan rumah.

Ya. Tepat di depan Islamic Center, Taproni sebenarnya mampu mengejar AD dengan jarak terpaut 10 meter. Namun, AD pura-pura hendak mencabut sesuatu dari pinggang.

Taproni seketika berhenti karena mengira sesuatu itu adalah senjata api. Ia pasrah membiarkan AD lolos di depan matanya dan melaporkan kejadian ini ke Polsek Blambanganumpu.

Kapolres Way Kanan AKBP Binsar Manurung melalui Kapolsek Blambanganumpu Kompol Edy Saputra menerangkan, anggotanya yang menerima informasi bergegas menyelidiki.

Binsar dengan beberapa anggota Tekkab 308 kemudian memburu AD ke arah tembusan Islamic Center KM5 Blambanganumpu.

Polisi kemudian menggelar razia dadakan, memeriksa satu per satu pengendara sepeda motor yang melintas. Tak disangka salah satunya adalah tersangka.

Hal ini diketahui setelah polisi memeriksa nomor kendaraan yang ternyata sesuai dengan sepeda motor milik Taproni yang hilang.

Tapi, AD ternyata besar nyali. Ia melawan polisi hingga aparat terpaksa menembak lutut kaki kirinya. Lelaki brutal ini kemudian dilarikan ke Rumah Sakit Zainal Abidin Pagar Alam.

Setelah peluru dikeluarkan, polisi membawa tersangka bersama barang bukti sepeda motor korban ke Polsek Blambanganumpu untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Atas perbuatannya, tersangka dibidik pasal 363 KUHP tentang pencurian dan pemberatan dengan ancaman hukuman pidana penjara maksimal tujuh tahun. (*)

Editor gueade


Bagaimana reaksi anda tentang artikel ini?
500
komentar (0)




2019 | WWW.RILIS.ID