Pembangunan Hotel Grand Mercure Lampung ‘Siksa’ Warga

Selasa | 22/01/2019 19.29 WIB
Pembangunan Hotel Grand Mercure Lampung ‘Siksa’ Warga
Warga tersiksa akibat pembangunan Hotel Grand Mercure Lampung. FOTO: RILISLAMPUNG.ID/El Shinta

RILIS.ID, Bandarlampung – Warga Gang Kenari RT 03 LK I, Kelurahan Pelita, Kecamatan Enggal, mengeluhkan proyek pembangunan Hotel Grand Mercure Lampung di Jalan Raden Intan.

Sejumlah warga mengaku sering terkena dampak pembangunan hotel tersebut. Salah satunya Bayinah (45).

Ia dan warga sekitar sudah mengalami kejadian kurang menyenangkan selama tiga bulan terakhir.

Kali pertama terjadi pada tiga bulan lalu. Saat itu, bagian belakang rumahnya tertimpa tali crane.

“Tali crane yang terbuat dari besi itu jatuh ke sini (menunjuk belakang rumahnya). Saya langsung protes ke orang proyek, saya minta ganti genteng saya yang rusak malam itu juga. Sempat mau diganti genteng kodok, saya bilang harus sama dengan yang dirusak, baru dikerjakan," katanya, Selasa (22/1/2019).

Tidak hanya itu, Bayinah terpaksa harus merasakan debu cor dan suara bising dari aktivitas pembangunan hotel berbintang lima tersebut.

“Kalau ngecor itu semennya ke mana-mana, ini lagi nggak saja karena pembangunan sedang fokus ke bagian depan. Mereka juga kalau naruh besi itu semau-mau, suaranya berisik. Katanya mereka kerja sampai jam 10 malam saja, nggak tahunya sampai pagi," ungkapnya.

Keluhan serupa diungkapkan Sonia (45). Ia bahkan sempat berlari keluar lantaran mendengar suara dentuman keras pada malam hari.

“Sekitar jam 10 malam, tiba-tiba ada suara seperti bom dan bergetar seperti gempa. Kami langsung keluar rumah karena takut, nggak tahunya kita periksa besi cornya lepas di bagian depan sana. Ngeri sekali kalau sampai menimpa ke sini," tandasnya. (*)

Editor Segan Simanjuntak


Bagaimana reaksi anda tentang artikel ini?
500
komentar (0)




2019 | WWW.RILIS.ID