Pembongkaran Makam Yogi Diwarnai Isak Tangis Keluarga

Kamis | 12/04/2018 10.49 WIB
Pembongkaran Makam Yogi Diwarnai Isak Tangis Keluarga
Jasad Yogi dibawa ke Labforkrim Polda Sumatera Selatan, Kamis (12/4/2018). FOTO: RILISLAMPUNG.ID/Bayumi Adinata

RILIS.ID, Bandarlampung – Tim Gabungan Polresta Bandarlampung dan Polres Lampung Utara, membongkar makam Yogi Andhika (32), sopir pribadi Bupati Lampung Utara Agung Ilmu Mangkunegara, Kamis (12/4/2018).  Yogi dimakamkan di TPU Pulau Damar Tanjungseneng, Bandarlampung.

Selanjutnya, jasad yang diduga korban penganiayaan itu dibawa ke Laboratorium Forensik dan Kriminal (Labforkrim) di Polda Sumatera Selatan (Sumsel).

Ibunda almarhum, Fitri Hartati (62) berharap polisi dapat mengungkap penyebab anaknya itu meninggal. Ia yakin anaknya dianiaya.

"Saat meninggal tubuhnya penuh luka,” ujarnya sambil terisak melihat makam anaknya dibongkar.

Fitri menuturkan, sebelum meninggal Yogi sempat memastikan tidak mengambil uang sekitar Rp25 juta. (Baca: Kapolres Pastikan Penyelidikan Tewasnya Mantan Sopir Bupati)

"Demi Allah, Yogi gak mengambil sepersenpun uang itu,” ucap Fitri menirukan perkataan Yogi saat itu.

Fitri mengatakan Yogi merupakan tulang punggung keluarga. Sehari-hari Yogi semasa hidupnya tidak pernah ada masalah di keluarga maupun di luar.

Fitri menuturkan, Yogi dulunya sopir angkot jurusan Wayhalim-Tanjungkarang. Sewaktu Bupati Lampung Utara Agung Ilmu Mangkunegara masih menjabat Camat Tanjungseneng, Agung selalu ramah kepada warga sekitar (Tanjungseneng). “Beliau juga pernah ke rumah," ujar Fitri.

Setelah menjabat jadi bupati, Agung meminta Yogi menjadi sopir pribadinya selama kurang lebih satu tahun.  “Sampai akhirnya anak saya itu meninggal,” kata Fitri. (*)

Editor


Bagaimana reaksi anda tentang artikel ini?
500
komentar (0)




2019 | WWW.RILIS.ID