Pemkab Lamsel Klaim Penyimpanan Dana Deposito di BPD Sesuai Petunjuk KPK - RILIS.ID
Pemkab Lamsel Klaim Penyimpanan Dana Deposito di BPD Sesuai Petunjuk KPK
lampung@rilis.id
Senin | 25/11/2019 17.15 WIB
Pemkab Lamsel Klaim Penyimpanan Dana Deposito di BPD Sesuai Petunjuk KPK
ILUSTRASI: RILISLAMPUNG.ID/ Anto RX

RILIS.ID, Lampung Selatan – Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan (Pemkab Lamsel) mengklaim penempatan dana APBD dalam bentuk deposito di Bank Pembangunan Daerah (BPD) atau Bank Lampung sudah sesuai ketentuan yang berlaku.

Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Lamsel Intji Indriati mengungkapkan penyimpanan dana APBD dalam deposito di Bank Lampung sudah sesuai dengan arahan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Menurutnya, penyimpanan dana deposito tersebut merupakan bagian dari manajemen kas daerah yang setiap tahunnya diaudit oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

KPK pun melakukan monitoring dan evaluasi secara rutin ke BUMD (PT Bank Lampung), di mana pemerintah daerah melakukan penempatan dana di BPD dalam bentuk deposito salah satunya melalui program Monitoring Centre For Prevention (MVP).

“Aliran uang keluar masuk dalam pengelolaan perbankan jelas harus terencana dan tertuang dalam Rencana Bisnis Bank (RBB). Bahkan terkait hal-hal yang bersifat personal, KPK secara rutin melakukan monitoring dan evaluasi ke bank-bank daerah melalui program MVP,” katanya, Senin (25/11/2019).

Intji menjelaskan APBD Lamsel Selatan saat ini, khususnya bidang fisik, tidak terserap secara optimal. Imbasnya, dana yang belum terpakai dalam kas daerah cukup tinggi.

Sehingga, hal itu memungkinkan pemerintah daerah untuk menempatkan uang kas daerah ke deposito dalam rangka optimalisasi pendapatan asli daerah (PAD).

Mengenai penyerapan anggaran yang tidak maksimal, hal itu menurutnya, tidak terkait dengan penempatan deposito di Bank Lampung.

“Karena itu (deposito) bersifat Automatic Roll Over (ARO) yaitu dapat diperpanjang secara otomatis dan liquiddi mana deposito dapat dicairkan kapan saja tanpa terkena penalti atas penarikan dana jika dibutuhkan dalam pembiayaan likuiditas keuangan daerah, tugas daerah dan kualitas pelayanan publik,” terangnya.

Intji membeberkan dana Pemkab Lampung Selatan di Bank Lampung sampai dengan tanggal 21 November 2019 sebesar Rp453.417.549.091.

Rinciannya, penempatan dalam bentuk giro sebesar Rp203.417.549.091. Kemudian penempatan deposito hanya di Bank Lampung sebesar Rp250.000.000.000 dengan bunga masing-masing 8 persen.

“Penempatan deposito pemerintah daerah yang dilaksanakan pada awal tahun adalah carry over deposito dari tahun 2018 sebesar Rp70 miliar dan Rp80 miliar. Hal itu karena tidak terserapnya anggaran pada tahun 2018 dan belum adanya aturan yang mengharuskan deposito pemerintah daerah dipindahbukukan ke rekening kas umum daerah,” ungkapnya.

Sebelumnya, carry over deposito dari tahun 2018 telah mendapatkan beberapa penawaran dari sejumlah bank BUMN, seperti BRI dan Bank Mandiri, dengan bunga deposito di bawah 7,5 persen per tahun.

“Pada tahun 2019 bunga deposito yang telah diperoleh oleh pemerintah daerah sampai dengan tanggal 21 November Rp16.302.876.712. Di mana pendapatan dari bunga deposito adalah termasuk dalam akun lain-lain PAD yang sah,” tandasnya. (*)

Editor Segan Simanjuntak


Bagaimana reaksi anda tentang artikel ini?
500
komentar (0)




2019 | WWW.RILIS.ID