Pemkab Lamsel Targetkan 100% Warganya Tidak BAB Sembarangan - RILIS.ID
Pemkab Lamsel Targetkan 100% Warganya Tidak BAB Sembarangan
lampung@rilis.id
Sabtu | 07/12/2019 22.17 WIB
Pemkab Lamsel Targetkan 100% Warganya Tidak BAB Sembarangan
Plt. Bupati Lamsel Nanang Ermanto dan Direktur Kesehatan Lingkungan Kementerian Kesehatan Imran Agus Nurali saat penandatangan prasasti, Sabtu (7/12/2019). FOTO: DISKOMINFO LAMPUNG SELATAN

RILIS.ID, Lampung Selatan – Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan (Lamsel) mendeklarasikan 100 persen setop buang air besar (BAB) sembarangan atau Open Defecation Free (ODF).

Pelaksana tugas (Plt.) Bupati Lamsel Nanang Ermanto mengatakan, sejak tahun 2014 daerah yang ia pimpin sudah menyelenggarakan program swasembada WC (water closet). Tujuannya, untuk memastikan masyarakat mendapatkan fasilitas sanitasi yang layak.

Nanang menceritakan, setelah lima tahun berjuang, pemerintah kabupaten bersama-sama pemerintah kecamatan, desa, LSM, kader dan masyarakat bahu-membahu bergotongroyong dan berkerja keras untuk meraih kondisi tersebut.

“Saya bangga kita bisa mencapai target 100% setop buang air besar sembarangan di tahun 2019 ini. Tidak kurang dari 90.000 jamban sehat telah terbangun di seluruh Kabupaten Lampung Selatan kurun lima tahun berjalannya program ini,” kata Nanang, Sabtu (7/12/2019).

Menurut Nanang, pembiayaan program setop BAB sembarangan bersumber dari APBN, APBD, dana desa, partisipasi swasta dan masyarakat dengan komposisi partisipasi masyarakat yang paling besar tidak kurang dari 45 persen dari total investasi yang dibelanjakan.

“Apabila kita rupiahkan, investasi untuk pembangunan jamban sehat tidak kurang Rp45 miliar, dengan asumsi satu jamban sehat Rp500 ribu,” ujarnya.

Sementara Direktur Kesehatan Lingkungan Kementerian Kesehatan Imran Agus Nurali menyampaikan ucapan selamat dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Plt. Bupati Lamsel beserta jajarannya. Juga masyarakat dan seluruh pihak terkait atas deklarasi ODF tersebut.

Sebagai wujud apresiasi itu, pihaknya menyatakan akan memberi penghargaan kepada kabupaten dan kota yang telah melakukan deklarasi setop BAB sembarangan di daerahnya.

Insyaallah pada bulan Oktober nanti, setiap tahun Kementerian Kesehatan memberikan penghargaan bagi kabupaten dan kota yang sudah 100% ODF sejak 2018. Nanti, Pak Plt. Bupati kita undang ke Jakarta untuk menerima penghargaan. Ada juga kepala desa serta kader terbaik yang kami pilih untuk menerima penghargaan,” terangnya.

Imran menegaskan perjuangan Kabupaten Lampung Selatan belum selesai. Ini mengingat lima pilar Sanitasi Berbasis Masyarakat (STBM), Lamsel baru mencapai pilar pertama yaitu setop BAB sembarangan.

Karena menurutnya, masih ada tugas selanjutnya untuk menyehatkan masyarakat dan generasi penerus, yakni cuci tangan pakai sabun, mengamankan minuman dan makanan di rumah tangga, mengelola sampah dan mengelola limbah cair di rumah tangga.

“Saya rasa ini bukan hal yang sulit bila pilar pertama sudah dicapai, karena tentunya akan tergerak untuk pilar selanjutnya. Tentunya pilar kesatu juga harus tetap dipertahankan sampai mencapai sanitasi yang aman. Sesuai target 2030 yaitu akses air minum yang aman 100% dan akses sanitasi yang aman 100%,” tandasnya. (*)

Editor Segan Simanjuntak


Bagaimana reaksi anda tentang artikel ini?
500
komentar (0)




2019 | WWW.RILIS.ID