Pemprov dan Muhammadiyah Lampung Sepakat Kembangkan Padi Organik
lampung@rilis.id
Rabu | 02/05/2018 05.10 WIB
Pemprov dan Muhammadiyah Lampung Sepakat Kembangkan Padi Organik
Ketua KEIN Soetrisno Bachir didampingi Plt. Asisten II Pemprov Lampung Taufik Hidayat memberikan keterangan pers usai panen padi organik di Desa Rengas Kecamatan Bekri, Lampung Tengah, Selasa (1/5/2018). FOTO: HUMAS PEMPROV LAMPUNG

RILIS.ID, Lampung Tengah – Plt. Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan Pemprov Lampung, Taufik Hidayat mengatakan pengembangan padi organik sejalan dengan amanah yang diemban Provinsi Lampung dalam mendukung kedaulatan pangan nasional.

Berdasarkan angka sementara (ASEM) 2017, produksi padi mengalami peningkatan sebesar 5,64 persen dibandingkan pada tahun 2016.

“Tahun lalu, produksi mencapai 4.247.234 ton gabah kering giling (GKG), sedangkan 2016 sebesar 4.020.420 ton GKG,” kata Taufik dalam siaran pers, Selasa (1/5/2018).

Pencapaian ini menempatkan Provinsi Lampung dalam posisi ketiga di Sumatera dan nomor tujuh nasional dalam kategori kontribusi produksi sebesar 5,24 persen.

“Kita patut bergembira bahwa kinerja pembangunan sektor pertanian khususnya padi di Provinsi Lampung beberapa tahun terakhir cukup menggembirakan, bila dilihat dari sisi produksi," ujarnya.

Taufik menyatakan bahwa Pemprov terus mendorong peningkatan produksi, mutu dan daya saing produk pertanian tanaman pangan dan hortikultura. Pencapaian ini membuat pertumbuhan ekonomi Lampung selalu berada di atas nasional selama periode 2014-2017.

“Pertumbuhan ekonomi Lampung pada tahun 2017 sebesar 5,17 persen berada di atas pertumbuhan ekonomi nasional 5,07 persen dan rata-rata Sumatera 4,3 persen. Provinsi Lampung tertinggi ketiga di wilayah Sumatera setelah Sumatera Selatan dan Sumatera Barat,” paparnya.

Sumbangan sektor pertanian terhadap PDRB Lampung tahun lalu, menurut Taufik, berdasarkan data BPS adalah sebesar 30,40 persen. Sektor pertanian merupakan lapangan pekerjaan utama bagi sebagian besar penduduk Lampung, yaitu 45,94 persen.

Belum lagi nilai tukar petani (NTP) sebesar 107,35 persen atau tertinggi di Sumatera dan keempat nasional setelah Sumatera Barat, Jawa Barat, dan Nusa Tenggara Barat. Serta di atas NTP nasional, yaitu 101,66 persen.

Sementara Ketua Majelis Pemberdayaan Masyarakat (MPM) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Lampung, Nasrizal Jalinus mengatakan Muhammadiyah fokus memperhatikan seluruh kalangan termasuk para petani.

Salah satunya peduli terhadap kedaulatan pangan melalui padi organik yang sudah dipanen sebanyak 9 ton di Desa Rengas, Bekri, Lampung Tengah, Selasa (1/5/2018). Acara dihadiri oleh Ketua Komite Ekonomi dan Industri Nasional (KEIN), Soetrisno Bachir.

“Salah satu tugas Muhammadiyah di bidang kedaulatan pangan adalah menumbuhkan kader-kader petani maju yang pada gilirannya dapat menghimpun jamaah menjadi kelembagaan yang kuat," ujarnya.

Nasrizal berharap momentum panen padi organik sebanyak 9 ton tersebut mampu menumbuhkan sentra padi organik. Pemerintah diharapkan bisa membantu mengembangkan kelembagaan tani, termasuk lembaga keuangannya dan membangun jejaring untuk memudahkan pemasarannya.

“Ke depannya MPM Muhammadiyah mampu mendorong tumbuhnya pusat-pusat pelatihan di tingkat pedesaan dan pengembangan agrobisnis komoditi," katanya. (*)

Editor Segan Simanjuntak


Bagaimana reaksi anda tentang artikel ini?
500
komentar (0)




2019 | WWW.RILIS.ID