Perangi Covid-19, Moeldoko Apresiasi Pemuda Desa Pasuruan - RILIS.ID
Perangi Covid-19, Moeldoko Apresiasi Pemuda Desa Pasuruan
lampung@rilis.id
Senin | 27/04/2020 21.11 WIB
Perangi Covid-19, Moeldoko Apresiasi Pemuda Desa Pasuruan
Relawan pemuda Desa Pasuruan, Lampung Selatan mendeteksi suhu tubuh warga. FOTO: ISTIMEWA

RILIS.ID, Lampung Selatan – Mendapatkan support dari kantor staf presiden bersama Yayasan 10 Rumah Aman, Sugeng Hariyono, pencetus motorpustaka bersama relawan Kampung Siaga Covid-19 Desa Pasuruan, Penengahan, Lampung Selatan, membantu mencegah penyebaran Covid-19.

Menggunakan peralatan lengkap dan memenuhi aspek keamanan, mereka berkeliling menyemprotkan disinfektan. Mereka mendatangi rumah sekitar 200 kepala keluarga satu per satu dan akan terus bergerak di seluruh desa dengan jumlah 1.300-an Kepala Keluarga (KK).

”Covid-19 menjadi isu bersama yang harus dihadapi dan ditanggulangi secara bergotong royong. Untuk itu, kami melakukan penyemprotan. Harapannya, wilayah kami bebas dari Covid-19,” ungkap Sugeng, Senin (27/4/2020).

Untuk membunuh virus corona, ada beberapa cairan antiseptik yang lazim digunakan. Klasifikasinya adalah polyvidone iodine, chlorhexidine, dan alkohol.

Mengacu rekomendasi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), cairan etanol dan klorin bisa digunakan sebagai antiseptik penyemprotan. Hanya, cairan itu tidak direkomendasikan untuk tubuh atau bilik sterilisasi.

Menjadi antiseptik bagi fasilitas umum dan perumahan, cairan ini memiliki sifat karsinogenik. Sifat lain bisa memicu mutasi bakteri.

”Kami menggunakan cairan disinfektan yang direkomendasikan institusi resmi. Tujuannya agar aman bagi semua, tapi tetap efektif membunuh corona. Cairan disinfektan ini juga menjadi hasil dari gotong-royong,” jelas Hafiz, relawan desa.

Cairan disinfektan menjadi logistik vital aktivitas penyemprotan Covid-19. Selain industri besar, cairan ini bisa diproduksi rumahan.

Bahan baku utamanya adalah pemutih atau sodium hipoklorit. Larutan ini mengandung 5 persen sodium hipoklorit. Lalu air dan beberapa peralatan seperti botol, gelas ukur, sarung tangan karet, dan masker N95. Caranya, campur pemutih dengan air dalam botol lalu diaduk.

Kepala Desa Pasuruan, Sumali, mengapresiasi apa yang dilakukan relawan yang bergerak dengan konsep gotong royong.

Untuk peralatan penyemprotan dan cairannya diperoleh dari anggaran Dana Desa. Penyemprotan disinfektan ini pun jadi agenda rutin.

”Sebelumnya sudah dua kali disemprot. Kepedulian para anak muda ini sangat menginspirasi. Meski tugas rutinnya banyak, mereka tetap jadi aktivis Dasa Wisma. Terlibat hampir di semua aksi program 10 Rumah Aman,” paparnya.

Selain penyemprotan, mereka juga aktif mendata suhu tubuh warga dan sosialisasi amal.

Bergabungnya kaum milenial sebagai aktivis Dasa Wisma diapresiasi Kepala Staf Kepresidenan, Moeldoko. Panglima TNI periode 2013-2015 menjelaskan, semua elemen bangsa harus terlibat aktif memerangi Covid-19. Dengan begitu, kehidupan berbangsa dan bernegara akan kembali normal.

”Kami beri penghargaan yang tinggi bagi aktivis Dasa Wisma program 10 Rumah Aman. Mereka selalu mengambil peran saat bangsa dan negara membutuhkannya,” pujinya. (*)

Editor gueade


Bagaimana reaksi anda tentang artikel ini?
500
komentar (0)




2019 | WWW.RILIS.ID