Pertemuan Kedua, Penyair Lampung Muhibah ke Banten
Gueade
Jumat | 27/04/2018 18.57 WIB
Pertemuan Kedua, Penyair Lampung Muhibah ke Banten
Dari kiri, Isbedy Stiawan, David Larves, Alfa Rizie, dan Syaiful Irba Tanpaka. FOTO: IST/ HUMAS PEPBAL LAMPUNG

RILIS.ID, Bandarlampung – Beberapa penyair Lampung melakukan misi muhibah sastra ke Provinsi Banten. Mereka adalah Syaiful Irba Tanpaka, Gunawan Parikesit, Muhammad Alfarizi, Isbedy Stiawan ZS, Heri Mulyadi, Jafar Fakhrurozi, dan pemusik Entus Alrafie.

Pertemuan itu adalah yang kedua kali setelah pada tahun lalu rombongan penyair Banten bertandang ke Lampung. Mereka bertemu dengan sastrawan dari provinsi ini di Lamban Sastra Isbedy Stiawan ZS.

Acara pembacaan puisi penyair dua provinsi itu ditaja Persaudaraan Penyair Banten dan Lampung (PEPBAL). Rencananya berlangsung di Pondok Pesantren Daarul Ishlah, Semenderan, Panggung Rawi, Jombang, Cilegon, Banten, Sabtu (28/4/2018), pukul 19.00-23.00 WIB.

Menurut Syaiful, keberangkatan penyair Lampung ini mendapat dukungan dari Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Lampung, Budiharto HN. Mereka berangkat melalui jalur darat.

"Kami akan berangkat ke Banten kalau tak malam nanti berarti esok pagi," jelas Syaiful dalam siaran pers yang diterima rilislampung.id, Jumat (27/4/2018) malam .
Penyair Lampung yang akan muhibah ke Banten telah bertemu di Kafe BSA di Jl K.S. Tubun, Rawalaut, Kamis (26/4/2018).

Hadir pada pertemuan itu Isbedy Stiawan ZS sebagai ketua rombongan; Syaiful, Alfa Rizie, Entus, Gunawan Parikesit, dan David Larves (kurator senirupa).

Selain membahas keberangkatan penyair Lampung ke Banten, juga merencanakan program kesenian lainnya. Hal itu mengingat David baru saja diundang mengikuti Forum Masyarakat Kesenian Nusantara di Jakarta. Sedangkan Isbedy baru menghadiri Festival Penulis Sabah di Kinabalu, Malaysia.

"Mungkin dari kegiatan-kegiatan kesenian di luar Lampung itu, bisa diterapkan di daerah ini demi kemajuan seni di Lampung," kata Isbedy.

Pada kesempatan ini, Isbedy juga menyampaikan terimakasih kepada Dinas Pariwisata, khususnya Pemprov Lampung.

"Setidaknya sinergitas seperti ini harus digalakkan, bahkan dengan legislatif maupun pengusaha dan lainnya," ujar dia. (*)


Bagaimana reaksi anda tentang artikel ini?
500
komentar (0)




2019 | WWW.RILIS.ID