Perwakilan 3.500 Mantan Karyawan CPB Minta Transparansi
Muhammad Iqbal
Selasa | 10/04/2018 23.25 WIB
Perwakilan 3.500 Mantan Karyawan CPB Minta Transparansi
Beberapa perwakilan mantan karyawan PT CPB dan CPP di Disnakertrans Provinsi Lampung, Selasa (10/4/2018). FOTO: RILISLAMPUNG.ID/ M. Iqbal

RILIS.ID, Bandarlampung – Perwakilan dari 3.500 mantan karyawan PT Central Pertiwi Bahari (CPB) dan PT Central Proteina Prima, mendatangi Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Lampung, Selasa (10/4/2018).

Mereka mempertanyakan pemutusan hubungan kerja (PHK) yang dinilai tidak jelas dan merugikan. Perusahaan mengaku melakukan PHK lantaran pailit. Namun hal itu mereka ragukan karena tidak ada bukti tertulis yang menguatkan pernyataan tersebut.

Pengawas Ketenagakerjaan Disnakertrans Provinsi Lampung, Sugiarto, mengatakan masih berkoordinasi terlebih dahulu dengan seluruh tim pengawas. Terlebih, pihak perusahaan enggan mengklarifikasi masalah ini.

"Pasti ada sanksinya. Kita belum bisa membeberkannya. Rujukannya undang-undang ketenagakerjaan. Tapi ya nanti dulu. Ini kan masih proses pemeriksaan," katanya kepada rilislampung.id.

Perwakilan CPB Marhawal enggan memberi keterangan. Menurut dia, sikap perusahaan sudah tertuang dalam berita acara yang ada di Disnakertrans Provinsi Lampung.

"Saya buru-buru, maaf ya. Silahkan lihat saja berita acaranya di Disnakertrans,” ujarnya sambil menuju mobil miliknya yang terparkir di halaman kantor Disnakertrans.

Mantan karyawan PT CPB, Susanto (40) menyatakan pihaknya hanya meminta kejelasan dan keadilan terkait sikap perusahaan selama ini. ”Kalau memang pailit kita butuh data dan minta ini dipublikasikan,” tegasnya.

Beberapa hal yang membuat dia beserta rekan-rekannya tidak terima lantaran perusahaaan beberapa waktu lalu telah bekerjasama dengan petambak mandiri untuk menggantikan karyawan yang di-PHK. (*)

Editor Gueade


Bagaimana reaksi anda tentang artikel ini?
500
komentar (0)




2019 | WWW.RILIS.ID