Pesan Korban Sriwijaya Air: Ingin Dimakamkan di Samping Anak
Dwi Des Saputra
Jumat | 15/01/2021 21.20 WIB
Pesan Korban Sriwijaya Air: Ingin Dimakamkan di Samping Anak
Pipit Piyono, korban jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ 182 asal Tubaba. ILUSTRASI: RILISLAMPUNG.ID/Kalbi Rikardo

RILIS.ID, Bandarlampung – Inilah pesan terakhir Pipit Piyono kepada istrinya sebelum pesawat Sriwijaya Air SJ182 yang ditumpanginya jatuh di Kepulauan Seribu pada Sabtu (9/1/2021).

Dia meminta kepada istrinya, Nelli, jika nanti dirinya tiada untuk dikebumikan di samping makam anak tercinta mereka.

”Pesan ini ia sampaikan sesaat sebelum pesawat berangkat ke Jakarta menuju Pontianak,” ungkap kerabatnya, Dwi Prasetyo, Jumat (15/1/2021) sore.

Ia menjelaskan Pipit Piyono memiliki dua anak, lelaki dan perempuan. Namun yang wanita meninggal dunia ketika masih bayi.

”Makam sang anak berada di wilayah SP4V di Tulangbawang Barat (Tubaba). Namun nama desanya kurang paham,” ungkapnya.

Keinginan ini berbeda dengan keluarga Pipit, yang meminta lelaki itu dimakamkan di dekat kakak kandungnya.

”Saya juga bingung, yang satu ingin dimakamkan dekat anaknya satu ingin dekat dengan kakaknya,” jelasnya.
Pipit adalah satu dari 12 korban yang berhasil diidentifikasi Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polri.

Dia merupakan warga Tiyuh Totomakmur Kecamatan Batuputih, Tubaba, Lampung (baca: Satu Korban Sriwijaya Air SJ 182 Diterbangkan ke Lampung Besok). (*)

Editor gueade


Bagaimana reaksi anda tentang artikel ini?
500
komentar (0)

 





2019 | WWW.RILIS.ID