PH Terdakwa Minta Jaksa P21 Berkas Eks Wasekjen Gerindra
Dwi Des Saputra
Selasa | 05/01/2021 21.16 WIB
PH Terdakwa Minta Jaksa P21 Berkas Eks Wasekjen Gerindra
Terdakwa M. Syaleh dan Darussalam. ILUSTRASI: RILISLAMPUNG.ID/Anto

RILIS.ID, Bandarlampung – Berkas perkara penipuan yang menyeret mantan Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) Partai Gerindra, Darussalam belum dinyatakan lengkap oleh jaksa Kejari Bandarlampung.

Diketahui, penyidik Polresta Bandarlampung telah menetapkan Darussalam sebagai tersangka dalam dugaan kasus penipuan dan penggelapan uang sebesar Rp500 juta untuk biaya pembuatan sporadik tanah. Korbannya adalah Nuryadin.

"Dalam kasus dugaan penipuan dan penggelapan sebesar Rp500 juta ini ada laporan polisi bahwa korbannya satu orang, tersangkanya dua orang (M. Syaleh dan Darussalam)," kata Penasehat hukum terdakwa M. Syaleh, David Sihombing usai persidangan di Pengadilan Negeri Tanjungkarang, Selasa (5/1/2021).

David pun mempertanyankan kepastian hukum terhadap kliennya. Karena menurutnya, keterlibatan Darussalam sudah ada titik terang berdasarkan bukti-bukti di kepolisian dan fakta persidangan.

Sejauh ini, lanjut David, kelengkapan berkas perkara sudah berjalan dengan menemukan bukti yang cukup hingga ditetapkannya Darussalam sebagai tersangka oleh penyidik Polresta Bandarlampung.

" Polisi cerdik, cerdas, tidak mungkin bodoh. Masa kejaksaan menganggap polisi bodoh, kami yakin jaksa akan mem-P21-kan perkara ini," ujarnya.

Menurutnya, jika proses kasus ini tidak ada perkembangan yang signifikan, maka hukum yang ada di Bandarlampung akan tercederai oleh ulah oknum.

"Jelas ini akan mencederai rasa keadilan," tegasnya.

Faktor lainnya, masih kata David, kliennya sudah berumur sehingga tidak mungkin terus dihadirkan dalam persidangan. Artinya, perlu kepastian hukum yang jelas sehingga nama baik kliennya terjaga.

Persidangan terdakwa M. Syaleh yang digelar pada Selasa sedianya mendengarkan keterangan Sutomo sebagai saksi fakta. Namun, hal itu ditunda pada pekan depan lantaran Sutomo tidak dapat hadir.

"Ada dugaan saksi itu kena corona, jadi sidang ditunda. Tapi majelis hakim memberikan waktu sekali lagi, yaitu pada minggu depan," kata David.

Pada 1 Desember 2020 lalu, Darussalam dan Nuryadin menjadi saksi dalam perkara penipuan dengan terdakwa M. Syaleh di PN Tanjungkarang.

Nuryadin mengaku tidak mengenal terdakwa M. Syaleh.

“Saya diantar Pak Darussalam. Lalu dikenalkan,” katanya saat bersaksi dalam persidangan.

Nuryadin mengatakan bahwa Darussalam menjelaskan jika terdakwa ini memiliki tanah di Gunung Kunyit seluas 16 hektare.

“Tanah dijual dan uang mukanya sudah dibayar sebesar Rp1,2 miliar. Lalu pihak pembeli pun akan memberikan pembayaran termin kedua, setelah tanah itu dibuatkan sporadik,” jelasnya.

Sementara itu, Darussalam mengaku tak pernah melihat penyerahan uang Rp500 juta dari Nuryadin ke terdakwa.

“Saya tanda tangan sebagai saksi,” ucapnya.

Diketahui, M. Syaleh didakwa JPU Alexander Mirza melakukan serangkaian kebohongan, menggerakan orang lain untuk menyerahkan barang sesuatu kepadanya atau supaya memberi utang maupun menghapuskan piutang. (*)

Editor Segan Simanjuntak


Bagaimana reaksi anda tentang artikel ini?
500
komentar (0)




2019 | WWW.RILIS.ID