Pilkada Serentak 2020: DPS Lampung 3,88 Juta Orang - RILIS.ID
Pilkada Serentak 2020: DPS Lampung 3,88 Juta Orang
Wirahadikusumah
Rabu | 16/09/2020 15.08 WIB
Pilkada Serentak 2020: DPS Lampung 3,88 Juta Orang
Ilustrasi Kalbi Rikardo/Rilislampung.id

RILIS.ID, BANDARLAMPUNG – Pilkada serentak tinggal hitungan bulan. Beberapa Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Lampung beserta jajaran KPU kabupaten/kota yang menggelar pilkada terus mempersiapkan gelaran pesta demokrasi tersebut.

Saat ini, KPU bahkan sudah menetapkan daftar pemilih sementara (DPS) pada delapan kabupaten/kota di Lampung yang menggelar pilkada serentak. (selengkapnya lihat foto, Red).

Ketua KPU Lampung Erwan Boestami mengatakan, DPS itu akan diumumkan secara serentak pada 19-28 September 2020. Di sela-sela itu, akan ada uji publik. Lalu juga ada masa perbaikan yang selanjutnya akan digunakan untuk perbaikan di DPS.

”Pastinya, DPS itu akan diperbaiki. Atau belum final. Tentu kami mengharapkan ada tanggapan masyarakat sehingga semua pemilih bisa terdaftar di DPT,” ujarnya kepada Rilislampung.id melalui sambungan telepon, Selasa (15/9/2020).

Ia melanjutkan, setelah masa perbaikan selesai, maka DPS akan ditetapkan menjadi DPT pada 9-16 Oktober di tingkat kabupaten dan kota.

”Untuk tahapan saat ini masih penyampaian DPS oleh KPU kabupaten/kota kepada PPS. Nanti PPS akan menerima file DPS berbentuk hard copy dan soft copy. Itu nanti akan diumumkan serentak ke desa-desa, juga diserahkan kepada liasion officer kandidat paslonkada dan masyarakat,” paparnya.

Erwan mengungkapkan, KPPS nantinya juga akan menyerahkan formulir C-6 pada H-7 sebelum pencoblosan kepada masyarakat.

”Tentu kami berharap semua masyarakat yang memiliki hak pilih terdaftar dalam DPT. Namun, bagi yang tidak masuk DPT, boleh pakai E-KTP dan surat keterangan saat mencoblos. Nah, mencoblosnya sesuai dengan domisili pemilik hak suara,” jelasnya.

Menurutnya, KPU juga sudah menyiapkan berbagai antisipasi agar pilkada serentak tidak menjadi kluster baru dalam penyebaran virus Covid-19. Itu semua merujuk pada PKPU No.10 Tahun 2020.

Di antaranya dengan membatasi jumlah pemilih di TPS yang tadinya berjumlah 800 orang di masing-masing TPS menjadi 500 pemilih. Selain itu, waktu pencoblosan juga diatur. Atau dijadwal per jam.

”Misalnya jam 07.00-09.00 WIB adalah pemilih dari nomor sekian sampai sekian. Seperti itu pengaturannya untuk menurunkan jumlah kerumunan orang,” paparnya.

Pastinya, terus dia, di PKPU No.10 Tahun 2020 mengatur seluruh penyelenggaraan Pilkada serentak berdasarkan protokol kesehatan. Bukan hanya bagi penyelengara, tetapi juga peserta, dan pemilih.

Ia menegaskan, setelah KPU menetapkan peserta pilkada menjadi calon pada 26 September 2020, maka semuanya sudah terikat dengan PKPU tersebut. Termasuk kampanye, pertemuan terbatas, tatap muka, dan dialog pun diatur.

”Jumlah peserta tatap muka pun diatur, maksimal hanya 50 orang. Sedangkan rapat umum maksimal 100 orang. Dan hanya satu kali,” jelasnya.

Bahkan, untuk debat kandidat, pesertanya yang hadir maksimal keseluruhan diperbolehkan hanya 50 orang. Sehingga, jika paslon hanya berjumlah dua pasang, maka masing-masing hanya diperkenankan membawa 25 orang. Termasuk dengan paslon.

Erwan menambahkan, KPU Provinsi Lampung dalam gelaran pilkada serentak 2020 di delapan kabupaten/kota sudah terus melakukan koordinasi dan supervisi serta monitoring ke masing-masing KPU di daerah.

”Itu semua kami lakukan secara langsung maupun daring sampai menjelang pelaksanaan pilkada serentak 2020,” pungkasnya.(*)


Bagaimana reaksi anda tentang artikel ini?
500
komentar (0)




2019 | WWW.RILIS.ID