PKBI Ajak Jurnalis Pahami Hak Kesehatan Seksual Reproduksi - RILIS.ID
PKBI Ajak Jurnalis Pahami Hak Kesehatan Seksual Reproduksi
Muhammad Iqbal
Senin | 01/10/2018 20.08 WIB
PKBI Ajak Jurnalis Pahami Hak Kesehatan Seksual Reproduksi
Direktur Eksekutif Dwi Hafsah Handayani. FOTO: RILISLAMPUNG.ID/ M.Iqbal

RILIS.ID, Bandarlampung – Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) Lampung menggelar riset dan pelatihan pendidikan hak kesehatan seksual reproduksi (HKSR). Sasarannya adalah pelajar dan anak muda di Kota Bandarlampung.

”Pelatihan dikemas dalam program Get Up Speak Out (Guso),” kata Direktur Eksekutif Dwi Hafsah Handayani kepada rilislampung.id, usai diskusi HKSR di markas PKBI Lampung Jalan Abdi Negara I, Telukbetung Utara, Kota Bandarlampung, Senin (1/10/2018).

Dalam diskusi yang bekerjasama dengan Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Bandarlampung itu, Dwi menerangkan program itu memberikan pengetahuan khusus tentang HKSR kepada guru-guru.

Pengajar itu berasal dari tiga SMPN di Bandarlampung yang nantinya mentransfer pengetahuannya kepada para pelajar.

Program tersebut sudah berjalan sejak Agustus 2018 di mana penelitian dan pelatihan dimasukan dalam jam pelajaran bimbingan konseling (BK).

”Ini masih uji coba ya. Tiga sekolah itu adalah SMPN 13, SMPN 22, dan SMPN 25. Materi pendidikan HKSR diselipkan dalam jadwal pelajaran BK,” urainya.

Disinggung apakah pihaknya juga akan menggandeng ahli kesehatan, Dwi tak menampik. Sebab, butuh peran semua pihak.

”Kalau di sekolah misalnya, murid adalah tanggungjawab guru. Sementara di rumah menjadi tanggungjawab orangtua,” ujar Dwi mencontohkan.

Sementara itu, manager program PKBI Lampung Regina Locita Pratiwi menambahkan, target program Guso adalah remaja usia 10-24 tahun. Termasuk remaja yang tidak berkesempatan mendapat pengetahuan tentang hak kesehatan seksual reproduksi.

”Seperti remaja dengan HIV/AIDS, remaja LGBT, remaja dengan kebutuhan khusus, hingga remaja putus sekolah,” ungkapnya.

Mereka juga menggandeng Universitas Gajah Mada (UGM) Yogyakarta untuk riset dalam mengukur capaian dari program implementasi itu.

 

Galang Dana untuk Korban Gempa

Usai diskusi HKSR, anggota AJI Bandarlampung menggalang dana untuk korban gempa di Palu dan Donggala, Sulawesi Tenggah. 

"Tercatat kami mengumpulkan Rp1 juta," ungkap koordinator pengumpulan dana Karina Lin.

Untuk penyaluran dana, AJI Bandarlampung menurut dia masih menunggu instruksi dari AJI Indonesia. (*)

Editor Gueade


Bagaimana reaksi anda tentang artikel ini?
500
komentar (0)




2019 | WWW.RILIS.ID