PLN Buka Posko Bagi Korban Tsunami Lamsel

Kamis | 27/12/2018 17.55 WIB
PLN Buka Posko Bagi Korban Tsunami Lamsel
PT PLN Distribusi Lampung membuka posko dapur umum bagi korban tsunami di Lampung Selatan. FOTO: Humas PLN

RILIS.ID, Lampung Selatan – Selama lima hari pasca bencana tsunami di Kabupaten Lampung Selatan (Lamsel), semua instansi pemerintah maupun swasta bersama-sama membuka posko dapur umum bagi korban tsunami.

Salah satunya dilakukan PT. PLN Distribusi Lampung bersama dengan Yayasan Baitul Maal (YBM) PLN  membuka dapur umum bagi korban tsunami yang berlokasi di posko pengungsian Lapangan Tenis Indoor Kalianda.

Hal ini disampaikan General Manager PLN UID Lampung, Julita Indah saat melakukan tinjauan di lokasi tersebut melalui siaran pers, Kamis (27/12/2018).

Menurutnya, hal tersebut dilakukan oleh PLN mengingat kebutuhan para pengungsi dalam tahap darurat makanan.

“Dapur umum kita buka selama tiga hari kedepan. Dalam setiap harinya dapur umum PLN Distribusi Lampung menyediakan makanan sebanyak 3000 porsi, dengan jumlah masing-masing 1000 porsi untuk makan pagi, makan siang dan makan malam," kata Julita

Sementara itu, Senior Manager Distribusi PLN UID Lampung, Bagus Abrianto menambahkan selain membuka dapur umum, PLN Lampung juga menyediakan tenda yang diperuntukkan bagi balita dan ibu menyusui. "Ini bertujuan agar bayi-bayi dan balita yang turut mengungsi tidak kedinginan," paparnya.

Sedangkan dalam menjaga kondisi kelistrikan di sekitar dapur umum para petugas PLN pun standby untuk menjaga kesediaan pasokan listrik, agar segala aktivitas relawan di posko pengungsian tersebut bisa berjalan dengan baik.

Sedangkan kondisi kelistrikan per hari ini sudah baik. "Kelistrikan aman, dari kemarin di laporkan 30 trafo gardu distribusi padam sekarang sudah dalam keadaan menyala semua, hanya kita selektif dalam penyalaan, karena banyak rumah yang lembab dan rubuh, maka kita pilih rumah yang siap untuk dialiri listrik," ujarnya.

Penyalaan listrik yang diprioritaskan untuk sentra penanganan pengungsian, penerangan jalan umum, puskesmas, rumah yang layak atau tidak bahaya dialiri listrik.(*)

Editor


Bagaimana reaksi anda tentang artikel ini?
500
komentar (0)




2019 | WWW.RILIS.ID