PLN Dituding Cari “Kambing Hitam” Progam Listrik Desa di RJU
Juan Situmeang
Kamis | 25/06/2020 22.01 WIB
PLN Dituding Cari “Kambing Hitam” Progam Listrik Desa di RJU
Ilustrasi: Rilis Lampung

RILIS.ID, Mesuji – Persoalan pemasangan listrik di tiga desa di Kecamatan Rawajitu Utara (RJU), Kabupaten Mesuji terus bergulir. Bahkan sampai ke Polres setempat.

Kepala Desa Sidang Iso Mukti, RJU, Jumiran, membenarkan perangkat desanya dari RT dan RK dimintai keterangan di Polres Mesuji. 

“Saya mendampingi saja. Seputar persoalan pemasangan listrik di desa kami, yang sampai saat ini belum nyala,” ujarnya, Kamis (25/06/2020).

Menurut Jumiran, pemanggilan tersebut sudah kesekian kalinya. Bahkan pihaknya juga sudah sampai ke Polda Lampung.

“Ya menyampaikan apa adanya saja. Semua bukti-bukti pembayaran ke PLN sudah kita berikan. Jadi tinggal menunggu saja dari pihak PLN mau bagaimana,” katanya.

Hal senada juga disampaikan Jiar, penyandang dana pemasangan istalasi jaringan ke rumah di tiga desa di RJU dalam proyek listrik desa yang merupakan bagian dari program pemerintah Jokowi itu.

“Kalau saya menilai ini PLN Cuma mau cari kambing hitam saja. Karena persoalan listrik di tiga desa ini, “katanya.

Karena, Jiar mengungkapkan untuk pemasangan jaringan ke rumah pihaknya sudah menalangi sampai selesai 2000 lebih calon pelanggan PLN.

“Saya justru sudah investasi uang milyaran di proyek listrik desa ini. Tapi mau bagaimana lagi. Kalau jadinya seperti ini,” ujarnya.

Ia mengatakan biang kerok dari semua persoalan pemasangan listrik di RJU itu adalah KWH meter yang tidak tersedia.

“Sampai hari ini. Tidak ada KWH. Padahal calon pelanggan, warga sudah bayar pendaftaran ke PLN. Boleh cek bukti bayarnya. Ini saya pegang semua. Sudah lengkap semua. Tapi mungkin ini permainan mafia. Saya tidak tahu. Kok bisa tidak ada KWH yang mau dipasang,” ujarnya.

Ia juga mengungkapkan jika dirinya juga sudah pernah diperiksa Polda Lampung terkait hal itu. Namun setelah pihaknya menunjukkan bukti-bukti bahwa ia tidak mengutip satu rupiahpun dari calon pelanggan dan menunjukkan bukti transfer ke PLN untuk pemasangan 2000 pelanggan lebih akhirnya pihak kepolisian memahami persoalan tersebut bukan kesalahannya.

“Saya malah senang kalau sampai ini diungkap. Siapa yang bermain KWH, kok bisa tidak ada padahal sudah bayar,” katanya lagi.

Untuk itu ia meminta pihak PLN segera memenuhi kewajibannya menyediakan KWH untuk dipasang di rumah calon pelanggan yang sudah secara sah melengkapi persyaratan pemasangan jaringan listrik.

“Tapi yang sudah lengkap pun administrasinya sampai saat ini belum dipasang PLN. Yang saya tangani belum ada KWH itu 1500-an lagi,” ujarnya.

Kondisi itu berbanding terbalik dengan pemasangan listrik di kawasan hutan register 45 yang sangat cepat dan mudah.

“Saya lihat sendiri mas. Di register 45 yang notabene bukan permukiman sah. Tapi hampir semua rumah dipinggir jalan dipasang jaringan listrik, coba cek saja,” ujar Budi, warga Simpangpematang.

Ha itu dibenarkan salah satu warga yang tinggal di kawasan hutan Register 45. “Saya ditawari oleh ketua kelompok untuk pasang listrik. Ya, saya nurut. Pasangnya Rp4 juta/rumah. Cepat kok. Tidak ada seminggu sudah nyala,” ujar SW, yang berada di lintas timur, kawasan register 45.

Terkait pernyataan kepala desa Jumiran dan rekanan kontraktor, Jiar, Kepala Rayon PLN Tulangbawang dan Mesuji, Jimmi Manalu belum memberikan pernyataan meski sudah disampaikan melalui pesan WhatApp. (*)

Editor


Bagaimana reaksi anda tentang artikel ini?
500
komentar (0)

 





2019 | WWW.RILIS.ID