Polisi Tangkap Pengedar Sabu dan Pegawai Honorer Pemkab Tanggmus - RILIS.ID
Polisi Tangkap Pengedar Sabu dan Pegawai Honorer Pemkab Tanggmus
Adi Yulyandi
Jumat | 14/06/2019 13.10 WIB
Polisi Tangkap Pengedar Sabu dan Pegawai Honorer Pemkab Tanggmus
Polres Tanggamus menggelar konferensi pers terkait penangkapan pengedar dan pemakai sabu, Jumat (14/6/2019). FOTO: RILISLAMPUNG.ID/Adi Yulyandi

RILIS.ID, Tanggamus – Polisi menangkap Hendri alias Bogel (32), pegawai honorer yang bertugas sebagai protokol Wakil Bupati Tanggamus. Ia diduga terlibat penyalahgunaan narkoba.

Bogel yang merupakan warga Gunung Alip diciduk bersama empat rekannya, Afrizal alias Mahat (37), Gandos (18), Riko (27), dan Deki (38) warga Gisting.

“Berdasarkan hasil pemeriksaan tersangka HE alias Bogel merupakan pegawai honorer protokol di Pemkab Tanggamus," ungkap Kasatresnarkoba Polres Tanggamus AKP Hendra Gunawan saat konferensi pers di mapolres setempat, Jumat (14/6/2019).

Berdasarkan informasi masyarakat, lanjut Hendra, pihaknya langsung melakukan penangkapan terhadap tersangka pada pada Sabtu, 8 Juni 2019 sekira pukul 16.00 WIB.

Tersangka Afrizal alias Mahat ditangkap di Pekon Sukabanjar, Kecamatan Gunung Alip, Tanggamus. Dari tangannya, petugas menyita 14 plastik klip berisi sabu seberat 2,5 gram siap edar, tiga plastik klip bekas pakai, satu bundel plastik klip, dan dua handphone.

Dari pengembangan, petugas kembali bergerak ke Pekon Penanggungan untuk menangkap Hendri alias Bogel berikut satu plastik klip sisa sabu, dua sedotan plastik dan HP Lenovo.

Sementara tersangka Gandos diciduk di Pekon Gisting Bawah, Kecamatan Gisting dengan barang bukti berupa pirek bekas pakai dan kertas alumunium foil.

Selanjutnya, petugas menangkap tersangka Deki berikut barang bukti berupa satu pirek bekas pakai, alat hisap sabu (bong), plastik klip bekas pakai, 11 sedotan, dua korek api, dan satu HP Xiomi.

“Sementara dari tersangka berinisial RI (Riko) diamankan barang bukti selinting ganja bekas pakai, tiga batang ganja siap pakai dan HP merk Lenovo,” beber Hendra.

Dalam pengakuannya, tersangka Afrizal alias Mahat mengakui belakangan ini menjual narkoba guna memenuhi kebutuhan sehari-hari dan membeli beras.

Dia juga mengaku baru dua bulan menjual narkoba, termasuk kepada Hendri alias Bogel. Barang haram tersebut didapatkan dari seseorang berinisial B (DPO).

“Baru dua bulan jualan, dapatnya tidak tentu, kadang Rp200 ribu. Untuk membeli beras. Namun sekarang saya menyesal," ucap pria beranak satu itu.

Atas perbuatannya, tersangka Afrizal alias Mahat dijerat Pasal 114 UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Sementara empat tersangka lain dijerat Pasal 112 junto 127 UU Nomor 35 Tahun 2009.

“Ancaman paling lama 20 tahun penjara," pungkas Hendra. (*)

Editor Segan Simanjuntak


Bagaimana reaksi anda tentang artikel ini?
500
komentar (0)




2019 | WWW.RILIS.ID