Polres Tuba Limpahkan Kasus Cetak Sawah ke Kejari
lampung@rilis.id
Selasa | 28/07/2020 19.55 WIB
Polres Tuba Limpahkan Kasus Cetak Sawah ke Kejari
Satreskrim Polres Tuba melimpahkan tersangka dan barang bukti kasus korupsi cetak sawah. Foto: Humas Polres Tuba

RILIS.ID, Tulangbawang – Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Tulangbawang (Tuba) melimpahkan tersangka dan barang bukti (BB) kasus tindak pidana korupsi.

Kasatreskrim AKP Sandy Galih Putra, mewakili Kapolres Tuba mengatakan, pelimpahan pada Senin (27/7/2020) siang di Kejaksaan Negeri (Kejari) Tuba.

"Kemarin siang, Unit Tipidkor Satreskrim kami telah melimpahkan tersangka dan BB kasus tindak pidana korupsi ke Kejari Tuba, pelimpahan ini berdasarkan Surat P21 No : B-1576/L8.18/Fd.1/0/2020, tanggal 06 Juli 2020," ujar AKP Sandy, Selasa (28/07/2020).

Kasatreskrim menjelaskan, perkara yang dilimpahkan oleh Unit Tipidkor Satreskrim tersebut berupa dugaan tindak pidana korupsi dana program penyediaan dan pengembangan sarana dan prasarana pertanian pada Dinas Pertanian, Perkebunan dan Kehutanan Tuba TA 2011 pada pekerjaan perluasan areal cetak sawah.

Pada tahun 2011, di Dusun Hasan Bulan II, Kampung Pasiran Jaya, Kecamatan Dente Teladas mendapatkan bantuan perluasan cetak sawah seluas 180 hektar dengan anggaran sebesar Rp1,32 miliar yang bersumber dari APBN TA 2011.

Pada tahun yang sama kembali mendapatkan bantuan perluasan areal cetak sawah seluas 50 hektar dengan anggaran sebesar Rp400 Juta.

"Total bantuan untuk areal cetak sawah seluas 230 hektar dengan anggaran Rp 1,72 miliar. Dana tersebut diterima langsung oleh tersangka AH (51), selaku Kepala Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Pasiran Jaya, warga Dusun Pasiran Makmur, Kampung Pasiran Jaya, Kecamatan Dente Teladas," jelas AKP Sandy.

Tersangka AH ini telah melakukan penyimpangan dalam proses pengerjaan perluasan areal cetak sawah dan pengadaan sarana produksi (Saprodi) berupa pupuk, herbisida dan bibit padi.

"Hasil audit yang dilakukan oleh Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Perwakilian Lampung, akibat perbuatan yang dilakukan oleh tersangka AH mengakibatkan kerugian keuangan negara sebesar Rp 618 juta," tambah AKP Sandy.

Tersangka dijerat dengan Pasal 2 ayat 1 Jo Pasal 18 UU RI No 31 tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU No 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHPidana Sub Pasal 3 Jo Pasal 18 UU No 31 tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU No 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHPidana. (*)

Laporan: Albari Akbar

Editor


Bagaimana reaksi anda tentang artikel ini?
500
komentar (0)




2019 | WWW.RILIS.ID