Polres Waykanan Hapus Tanda Organisasi Preman di Angkutan
Gueade
Sabtu | 12/05/2018 11.35 WIB
Polres Waykanan Hapus Tanda Organisasi Preman di Angkutan
Aparat Polres Waykanan menghapus tanda organisasi keamanan ilegal di badan kendaraan. FOTO: HUMAS POLRES WAYKANAN

RILIS.ID, Waykanan – Jajaran Polres Waykanan menggelar operasi untuk menghapus cap atau logo yang menandakan sebuah kendaraan telah dilindungi organisasi keamanan ilegal alias perkumpulan preman.

Kapolres Waykanan, AKBP Doni Wahyudi, mengatakan operasi dilakukan mengantisipasi pungutan liar (pungli).

”Mulai kasat lantas, kasat reskrim, kasat sabhara, dan kapolsek serentak saya perintahkan memeriksa setiap kendaraan,” ujarnya, Jumat (11/5/2018).

Sasaran operasi adalah kendaraan angkutan yang terdapat tulisan, stiker, logo, serta cap organisasi keamanan ilegal. Polisi menutup tanda-tanda itu dengan menyemprotkan cat pylox.

”Selain itu, saya perintahkan jika terdapat pungli di jalanan, langsung amankan pemalak sopir truk tersebut,” tandas Doni.

Operasi dilakukan di jalan lintas Sumatera (jalinsum) Simpang 4 Kampung Negeribaru, Blambanganumpu dan di wilayah polsek jajaran, Kamis (10/5/2018).

Sejumlah truk yang diberhentikan ditemukan cap seperti ”Goala”, ”RMS”, dan sebagainya.

"Ini bentuk konsistensi Polres Waykanan dalam upaya menghapus preman yang organisasi tertentu atau LSM untuk memberikan rasa aman kepada pengguna jalan," tandas Kapolres.

Sementara itu, seorang sopir bernama Mandala, asal Sumatera Selatan yang sering melintasi Waykanan, menjelaskan tanda organisasi ilegal itu menunjukkan dirinya sudah membayar uang perlindungan. Jika menolak, preman-preman mengancam keselamatannya. (*)

 

 


Bagaimana reaksi anda tentang artikel ini?
500
komentar (0)




2019 | WWW.RILIS.ID