PPTK Merasa Tak Dilibatkan, SPj Kegiatan Kesbangpol Lambar Diduga Fiktif
Anton Suryadi
Rabu | 22/01/2020 23.50 WIB
PPTK Merasa Tak Dilibatkan, SPj Kegiatan Kesbangpol Lambar Diduga Fiktif
Dugaan pemalsuan tanda tangan PPTK. FOTO:ist

RILIS.ID, Lampung Barat – Merah Bangsawan selaku Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan atau PPTK di Kantor Kesatuan Bangsa dan Politik Lampung Barat (Kesbangpol Lambar) buka-bukaan terkait pencairan dana kegiatan tahun anggaran 2019.

Ia mengaku tidak pernah dilibatkan dalam kegiatan di satuan kerjanya. Termasuk menandatangani surat pertanggungjawaban (SPj.) kegiatan sosialisasi Bahaya Radikalisme, Terorisme dan Premanisme tahun anggaran 2019.

Merah menduga tanda tangannya dipalsukan demi pencairan dana kegiatan di Kantor Kesbangpol Lambar.

"Kegiatan itu setahu saya tidak pernah dilaksanakan alias fiktif. Saya tidak akan terima dengan kejadian ini, tanda tangan saya dipalsukan untuk hal yang fiktif," katanya, Rabu (22/1/2020).

ASN yang menjabat Kepala Seksi Kesatuan Bangsa ini juga menyatakan kesiapannya memberikan keterangan secara detail kepada aparat penegak hukum.

"Saya juga siap memberikan keterangan dengan sebenar-benarnya jika persoalan ini sampai ditangani penegak hukum," tegasnya.

Merah menegaskan bahwa dirinya tidak pernah merasa menandatangani SPj kegiatan.

"Saya berani bersumpah bahwa saya tidak pernah menandatangani SPj kegiatan itu," ucapnya.

Selain tidak dilibatkan dalam kegiatan, Merah juga mengaku gajinya diblokir selama lima bulan.

Ia menduga pemblokiran gajinya tersebut atas perintah Kepala Kantor Kesbangpol Lambar Muzakkar.

"Gaji saya sudah lima bulan terhitung dari Agustus sampai Desember 2019 tidak pernah terima lagi. Menurut bendahara kantor Pega, gaji saya sudah di tangan Kakan (Kepala Kantor), disimpan sama Kakan," ungkapnya.

"Tunjangan kinerja saya juga dinolkan," sambung Merah.

Menurutnya, permasalahan itu bermula ketika dirinya meminta izin tidak mengantor lantaran anaknya sedang dirawat di rumah sakit pada bulan Juli 2019 silam.

"Setelah tiga hari pasca operasi pengobatan anak, saya masuk kantor seperti biasa," ucapnya.

Sang atasan, masih kata Merah, memanggilnya untuk menanyakan alasan tidak mengantor.

"Saya tidak peduli anak kamu mau sakit atau sekarat," ucap Merah menirukan Muzakkar.

Bahkan menurut Merah, atasannya emosi dan menantang untuk berduel.

"Mau kamu sekarang apa? Saya tunggu di mana saja! Jangan coba-coba dengan saya ya," katanya kembali menirukan ucapan Muzakkar.

Sementara Kepala Kantor Kesbangpol Lambar Muzakkar belum dapat dikonfirmasi karena tidak berada di kantornya.

Wartawan media ini juga mencoba menghubungi nomor telepon genggamnya, namun tidak aktif.

Dikonfirmasi terpisah, Sekkab Lambar Akmal Abdul Nasir akan memanggil kedua belah pihak untuk mengklarifikasi persoalan tersebut.

"Saya baru tahu informasinya, yang pasti besok mereka akan saya panggil untuk mengetahui persoalan yang sebenarnya. Kita akan lakukan pembinaan, dan jika memang benar ada pelanggaran nanti akan kita berikan sanksi," ujarnya. (*)

Editor Segan Simanjuntak


Bagaimana reaksi anda tentang artikel ini?
500
komentar (0)




2019 | WWW.RILIS.ID