Pura-Pura Mati, Pedagang Sembako Selamat dari Pembunuhan
Gueade
Senin | 23/04/2018 20.48 WIB
Pura-Pura Mati, Pedagang Sembako Selamat dari Pembunuhan
Beginilah kondisi Siti Muzainah yang terbaring lemah di RSUD Sukadana, Lampung Timur, Senin (23/4/2018). FOTO: DOKUMEN KELUARGA

RILIS.ID, Lampung Timur – Seorang pedagang bernama Siti Muzainah dirampok karyawan perempuannya sendiri, Sela, di Dusun Betengsari Desa Betengsari, Jabung, Lampung Timur, pukul 21.00 WIB, Minggu (22/4/2018).

Akibat kejadian itu, korban yang berdagang sembako dan pakaian di pasar setempat tersebut mengalami luka parah di kepala. Dia beberapa kali dihajar dengan benda tumpul.

Menurut keterangan korban, Sela tidak datang sendiri. Tapi bersama suami dan rekan lelaki tersebut. Sela tinggal di desa tetangga, yakni Umbul Saim. Kepada korban, Sela beralasan hendak mengambil bunga di depan rumah korban untuk anak perempuannya.

Tanpa curiga, korban mempersilakan ketiganya masuk. Sehari-hari, Sela membantunya berdagang di toko. ”Karena sudah dianggap anak, jadi mereka dijamu, dikasih makan-minum,” papar menantu korban Ryan Hidayat, Senin (23/4/2018) malam.

Saat korban hendak ke belakang, mendadak salah seorang dari tamu di malam hari itu memukul kepala wanita tersebut sebanyak antara lima sampai enam kali.

”Ketika dipukul pertama itu, ada suara perempuan yang ngomong, ’Pukul terus!’ Ibu pura-pura mati. Bahkan salah satu dari mereka sempat meraba denyut nadinya,” papar Ryan.

Mungkin karena panik takut ketahuan warga, mereka tidak teliti dan benar-benar menyangka korban telah meninggal dunia. ”Kata Ibu, dia sempat mendengar suara Sela bicara, ’Maafin saya Bu, saya hanya disuruh’,” tiru Ryan.

Ketiga tersangka meninggalkan rumah dengan membawa dua handphone milik korban.  Dua kartu Anjungan Tunai Mandiri (ATM) berisi uang sekitar Rp2 juta ikut dijarah.

”Barangkali mereka mengira, ATM itu ada isinya karena menyangka Ibu baru dapat arisan Rp20 juta. Padahal, belum dapat. Sela tahu pin (personal identification number) karena sering diminta ibu transfer uang,” papar Ryan.

Begitu tiga tersangka ke luar, korban bangun dan segera meminta pertolongan. Ia sempat berteriak, ”Rampok! Rampok!” Warga berdatangan, namun terlambat. Penjahat itu sudah pergi jauh dengan mobil Toyota Avanza warna putih.

Korban lalu dilarikan ke dokter terdekat. Namun karena lukanya cukup parah, ia kemudian dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sukadana, Lamtim. Hingga berita diturunkan, korban masih sulit diajak berkomunikasi karena luka-lukanya. (*)



Bagaimana reaksi anda tentang artikel ini?
500
komentar (0)




2019 | WWW.RILIS.ID