Rapid Tes Reaktif, 12 PPS dan PPK Bandarlampung Isolasi Mandiri - RILIS.ID
Rapid Tes Reaktif, 12 PPS dan PPK Bandarlampung Isolasi Mandiri

Sabtu | 27/06/2020 18.09 WIB
Rapid Tes Reaktif, 12 PPS dan PPK Bandarlampung Isolasi Mandiri
Ilustrasi: Rilis Lampung

RILIS.ID, BANDARLAMPUNG – Sebanyak 12 penyelenggara pemilu di Bandarlampung hasil rapid tesnya reaktif. 

Anggota KPU Bandarlampung, Ferry Triatmojo mengatakan, 12 orang penyelenggara pilkada itu terdiri dari anggota PPK dan PPS serta sekretariat PPS.

"Seluruhnya istirahat 14 hari. Nggak hafal (PPK dan PPS mana aja). Datanya ada sama ketua dan sekretaris. 12 orang tersebut terdiri dari laki - laki dan perempuan dan saat ini isolasi mandiri di rumah," kata Ferry kepada Rilis Lampung, Sabtu (27/6).

Kepala Dinas Kesehatan Bandarlampung, Edwin Rusli saat dikonfirmasi Rilis Lampung membenarkan bahwa 12 anggota PPK dan PPS hasil rapid tesnya reaktif.

"Sepertinya begitu, maka kita akan rapid ulang. Jika masih reaktif akan di swab sesuai protokol kesehatan. Semua yang reaktif sudah di isolasi mandiri dan kita pantau kesehatannya. Mereka terlihat sehat, jadi tidak perlu perawatan," kata Edwin Rusli, sabtu (27/6).

Menurut pengamat politik, Bendi Juantara, pilkada merupakan aspek penting dalam penentuan arah kebijakan sebuah daerah dan peralihan kekuasaan. Untuk mewujudkan hal tersebut maka penyelenggara pilkada harus memiliki kompetensi yang cukup agar proses berjalannya pesta rakyat ini berjalan secara demokratis dan sukses. 

"Dalam masa pandemi covid 19 tentunya aspek kesehatan penyelenggara menjadi penting, jangan justru menjadi klaster baru penularan covid 19," ujarnya.

Diutarakannya, dinas kesehatan (diskes) harus berhati-hati sebelum menyampaikan publikasinya ke publik karena ini sangat sensitif. Terutama jika banyak dari penyelenggara pemilu reaktif, maka bisa jadi pilkada bisa ditinjau ulang.

"Covid 19 telah memaksa pilkada dalam kondisi baru. Jika kita sepakat mendorong kualitas demokrasi berjalan maksimal, maka salah satu aspek penting yakni penyelenggara pilkada dapat menjamin teknis tahapan dan hasil sesuai dengan landasan pemilihan yang demokratis. Oleh karena itu kualitas SDM penyelenggara wajib menjadi perhatian. Termasuk bagaimana beradaptasi dengan pola baru masa covid 19," ungkapnya. (*)

Editor Adi Pranoto


Bagaimana reaksi anda tentang artikel ini?
500
komentar (0)




2019 | WWW.RILIS.ID