Rektor IIB Darmajaya: Perbedaan Itu Mutlak, Kuncinya Adalah Toleransi
lampung@rilis.id
Minggu | 28/03/2021 10.11 WIB
Rektor IIB Darmajaya: Perbedaan Itu Mutlak, Kuncinya Adalah Toleransi
Foto: Istimewa

Tidak ada satu pun di dunia ini yang sama. Hal ini membuktikan Yang Maha Kuasa menciptakan makhluk di dunia dengan segala perbedaan, sehingga perbedaan itu merupakan keindahan sesungguhnya.

Hal itu dikatakan Rektor Institut Informatika dan Bisnis (IIB) Darmajaya Firmansyah Y. Alfian saat menjadi narasumber Latihan Keterampilan Manajemen Mahasiswa Hindu (LKMMH) Simakrama Camp, di Pura Garuda Hitam, Pasir Putih, Katibung, Lampung Selatan, Sabtu (27/3/2021).

Kegiatan itu digelar Unit Kegiatan Mahasiswa Perhimpunan Mahasiswa Hindu (UKM Permadu) IIB Darmajaya yang berlangsung dari 26–28 Maret 2021 dan diikuti 32 mahasiswa Hindu IIB Darmajaya dengan tetap mematuhi protokol kesehatan Covid-19.

Firmansyah mencontohkan, tidak ada satupun harimau di dunia ini yang sama lorengnya. Demikian juga Zebra, tidak ada satupun di dunia ini yang sama belangnya. Jempol jari manusia juga memiliki sidik jari yang berbeda.

“Sebenarnya Yang Maha Kuasa menciptakan kita dengan perbedaan yang mutlak, maka perbedaan merupakan keindahan,” tuturnya.

LKMMH Simakrama Camp digelar dengan tema ‘Meningkatkan Kualitas Organisasi sebagai Sarana Aktualisasi Mahasiswa demi Terwujudnya SDM yang Berkualitas’.

Pada kesempatan itu, Rektor juga menjelaskan berbicara perbedaan itu dengan menghargai yang berbeda dari diri sendiri. 

“Kunci utama adalah mensyukuri yang diberikan kepada kita merupakan yang terbaik dari Yang Maha Kuasa. Toleransinya adalah menghargai yang diberikan Yang Maha Kuasa dari orang lain. Hal itu yang memaknai perbedaan dan toleransi dalam meminimalisir konflik. Pahami dulu bahwa perbedaan ini adalah mutlak,” kata dia, menegaskan.

Menurut Ketua Badan Wakaf Indonesia (BWI) Lampung itu, toleransi juga tidak hanya dengan menghargai perbedaan orang lain, tetapi juga toleransi diri kita sendiri dengan menyakini agama yang kita anut. Jangan ketika menjalankan ibadah, tapi melakukan tindakan yang dilarang, seperti mencuri.

“Terutama dalam menjalankan perintah dan menjauhi larangan dari agama kita sendiri. Yakinlah, bila kita meyakini agama dan menjalani dengan baik, kesuksesan akan mengikuti diri kita,” ujarnya.

Ketua Aptisi Wilayah II B. Lampung ini juga mengatakan kita juga perlu merawat apa yang sudah kita miliki. Dia mencontohkan, jika kita tidak mandi saja akan terlihat tidak enak oleh orang lain.

“Maka rawatlah apa yang ada di diri kita maka orang lain akan suka dengan diri kita dan menghargai perbedaan yang ada dalam diri kita,” kata dia.

Menanggapi pertanyaan salah satu peserta LKMMH untuk menerima sikap candaan orang lain terhadap pribadi individu masing-masing, Firmansyah mengatakan bila tidak menyinggung kehormatan dan agama orang lain tidak menjadi masalah.

“Bila dirasa akan menyinggung, agar dapat disampaikan kepada lawan bicara secara baik untuk tidak menyinggung dan harus menghormati perbedaan,” imbuhnya.

Firmansyah juga meminta kepada mahasiswa sebagai pemuda untuk dapat memfilter setiap informasi yang didapatkan agar tidak menjadi korban hoaks.

“Cek lagi sumber informasinya apakah berasal dari media mainstream atau bukan. Biasanya, berita hoaks judulnya bombastis,” tutupnya. (*)

Editor Andry Kurniawan


Bagaimana reaksi anda tentang artikel ini?
500
komentar (0)




2019 | WWW.RILIS.ID