Rektor Teknokrat Beberkan Implikasi Sosial-ekonomi Covid-19 di Webinar Internasional - RILIS.ID
Rektor Teknokrat Beberkan Implikasi Sosial-ekonomi Covid-19 di Webinar Internasional
Segan Simanjuntak
Rabu | 20/05/2020 17.24 WIB
Rektor Teknokrat Beberkan Implikasi Sosial-ekonomi Covid-19 di Webinar Internasional
FOTO : IST

RILIS.ID, Bandarlampung – Rektor Universitas Teknokrat Indonesia (UTI) HM Nasrullah Yusuf tampil menjadi pembicara dalam International Webinar bertemakan "Socio-Economic Implication of Covid-19 Pandemic" melalui konferensi video menggunakan aplikasi Zoom.

Kegiatan yang diikuti ratusan peserta itu ditaja pada Rabu, 20 Mei. Mulai pukul 10.00 WIB sampai 12.00 WIB.

Dalam sambutannya berbahasa Inggris, Rektor UTI HM Nasrullah Yusuf mengatakan webinar internasional pertama dari Teknokrat melibatkan tiga negara, yakni Indonesia, Malaysia dan India.

"Kami beranikan mengadakan seminar ini karena kami memiliki kolega dan saudara dari University Sains Malaysia untuk menjadi pembicara utama pada seminar kali ini," katanya.

Melalui webinar internasional ini, Nasrullah berharap dapat membuka paradigma baru untuk mengadakan seminar berbasis aplikasi di kemudian hari.

"Untuk berdiskusi dan bertukar gagasan. Melalui seminar ini, kita mencoba melihat berbagai perspektif tentang dampak COVID-19," ujarnya.

COVID-19, menurut Nasrullah, sangat berdampak pada kehidupan seluruh elemen masyarakat. Termasuk Teknokrat sebagai salah satu perguruan tinggi swasta terbaik di Lampung.

Baca juga informasi terkini seputar Universitas Teknokrat Indonesia klik disini.

"Khususnya di sektor ekonomi dan sosial. Kondisi global seperti saat ini mengubah tatanan kehidupan kita dari kehidupan normal ke kehidupan yang abnormal," jelasnya.

Selain itu, pandemi global virus corona
juga berdampak pada bidang pendidikan. Metode mengajar saat ini berubah. Revolusi di bidang pendidikan benar-benar terjadi secara masif.

"Kita masih belum tahu apa yg terjadi jika ini diperpanjang sampai bulan-bulan ke depan. COVID-19 mengingatkan kita pada krisis 1998 di Indonesia," tukasnya.

"Kita pernah menghadapi krisis yang telah menghancurkan kondisi ekonomi sampai tingkat atas yang merambah ke industri, manufaktur, dan perbankan. Harga-harga sepuluh kali lipat melonjak. Bisnis besar juga tidak mampu membayar," sambung Nasrullah.

Tak hanya itu, Covid-19 juga membawa dampak sampai masyarakat kelas paling bawah. Ada kelompok masyarakat yang hanya dapat menghasilkan uang untuk kebutuhan makan hari ini atau besok.

"Atau ada juga mereka yang memiliki tabungan hanya untuk satu bulan ke depan. Dampak COVID-19 awalnya dari pelaku bisnis mikro, lalu berpengaruh ke pelaku bisnis menengah," terangnya.

Hal yang ditakutkan adalah COVID-19 akan berdampak pula pada bisnis besar karena bisnis menengah tidak menjual produk ke bisnis yang lebih besar.

"Kita tidak tahu apakah COVID-19 akan mereda pada tiga, enam atau tahun-tahun mendatang. Jika terus berlanjut, hal ini tidak hanya merusak ekonomi Indonesia, tapi juga ekonomi regional, mungkin ke Malaysia atau Asean," tambahnya.

Nasrullah juga menambahkan Universitas Teknokrat Indonesia telah berusaha membantu masyarakat sekitar dengan memberikan zakat kepada masyarakat kurang mampu.

"Tentunya sesuai dengan kemampuan kampus Universitas Teknokrat Indonesia," pungkasnya. (*)


Bagaimana reaksi anda tentang artikel ini?
500
komentar (0)




2019 | WWW.RILIS.ID