Rektor Teknokrat Bicara Konsep Manajemen Kepemimpinan - RILIS.ID
Rektor Teknokrat Bicara Konsep Manajemen Kepemimpinan
lampung@rilis.id
Selasa | 11/02/2020 07.33 WIB
Rektor Teknokrat Bicara Konsep Manajemen Kepemimpinan
Rektor Teknorat Nasrullah Yusuf memberikan materi manajemen kepemimpinan. FOTO: IST

RILIS.ID, Bandarlampung – Rektor Universitas Teknokrat Indonesia HM. Nasrullah Yusuf meminta mahasiswa Teknokrat memahami konsep manajemen kepemimpinan.

Hal itu ia sampaikan saat menjadi pembicara dalam acara Leadership Education Program 2020 di Gelanggang Mahasiswa Dr. HM. Nasrullah Yusuf, Senin (10/2/2020).
Menurut Nasrullah, mahasiswa juga dituntut memahami gaya dan cara pendekatan kepemimpinan.

Baca juga informasi terkini seputar Universitas Teknokrat Indonesia klik disini.

"Bagaimana menggambarkan para pemimpin mendapatkan kekuatan mereka juga memahami karakteristik seorang pemimpin," katanya di hadapan sekitar 150 mahasiswa Teknokrat.

Nasrullah memaparkan berbagai persoalan yang akan dihadapi mahasiswa di era disruption atau inovasi di Revolusi Industri 4.0. Menurutnya, terjadi persaingan kerja yang sangat ketat di era disruption karena tenaga manusia sudah banyak diganti dengan teknologi.

Ditambah banyaknya inovasi teknologi baru yang akan menggantikan seluruh sistem lama dengan cara-cara baru. Era disruption menggantikan teknologi lama yang serba fisik dengan teknologi digital yang menghasilkan sesuatu yang benar-benar baru dan lebih efisien serta lebih bermanfaat.

"Era disruction yang kita khawatirkan itu rupanya benar-terjadi. Kenyataan ini yang kita hadapi. Tinggal kita menyikapinya, apakah kita diam bersikap masa bodoh atau kita menyiapkan diri untuk berkompetisi,” jelas Nasrullah.

Nasrullah juga mengulas berbagai aspek tentang kepemimpinan. Antara lain kepemimpinan dan revolusi industri 4.0 ditinjau dari definisi kepemimpinan dan manajemen, fungsi kepemimpinan dan manajemen, perbedaan antara kepemimpinan dan manajemen.

Kemudian gaya kepemimpinan otokratis, hubungan manusia, laissez faire dan demokratis; kepemimpinan yang kharismatik dan transformasional; seorang pemimpin dilahirkan harus menghadapi berbagai bentuk; mempunyai legitimasi, menghargai, memaksa, ahli, dan kekuatan referensi; karakteristik pribadi pemimpin dan kualitasnya; serta leadership eorang pemimpin sebagai influencer, juga sebagai motivator.

Menurut Nasrullah, banyak gaya kepemimpinan yang perlu dipelajari mahasiswa. Seperti gaya kepemimpinan otokratis stail, yaitu tipe kepemimpinan otoriter, di mana seorang pemimpin mempunyai kekuasaan dalam mengambil keputusan. Apa yang disampaikan yang paling benar dan harus dilakukan. Tapi otoriter bukan berarti diktator.

Partisipatif stail bukan laissez faire, di mana gaya kepemimpinan ini mengajak bawahan untuk berpartisipasi menyampaikan pendapat tapi yang memutuskan tetap pimpinan.

“Karena leader bukan manajer, manajer bukan leader,” ujarnya.

Demokratis stail, menurutnya, kebalikan dari otokrasi stail. Kepemimpinan seperti ini dilakukan secara musyawarah dan mufakat.

"Kepemimpinan ini ada di lembaga legislatif dan organisasi. Demokrasi juga ada dalam perusahaan. Tapi di perusahaan biasanya berdasarkan saham atau kepemilikan saham yang mentukan suara atau kebijakan. (*)

Editor Segan Simanjuntak


Bagaimana reaksi anda tentang artikel ini?
500
komentar (0)




2019 | WWW.RILIS.ID