Resmi Dipolisikan, Direktur Rakata Tak Menjawab Telepon - RILIS.ID
Resmi Dipolisikan, Direktur Rakata Tak Menjawab Telepon

Selasa | 24/04/2018 22.12 WIB
Resmi Dipolisikan, Direktur Rakata Tak Menjawab Telepon
Surat tanda penerimaan laporan kasus dugaan pencemaran nama baik dengan terlapor Eko Kuswanto. FOTO: ISTIMEWA/HUMAS IWO

RILIS.ID, Bandarlampung – Aliansi Pers Peduli Demokrasi Lampung, melaporkan Direktur Eksekutif Rakata Institut, Eko Kuswanto, ke Polda Lampung, Selasa (24/4/2018). Ini terkait dugaan pelecehan terhadap media dan wartawan melalui media sosial Facebook.

Laporan tersebut tertuang dalam nomor laporan LP 672/IV/2018/SPKT atas nama pelapor Erlan Heryanto dari media online binar.com. Laporan ditandatangani KA Siaga SPKT II Polda Lampung, Kompol Sulpandi. 

Kuasa hukum pelapor, Wahrul Fauzi Silalahi, saat dihubungi via ponselnya menjelaskan, Eko disangkakan Pasal 27 ayat 3 jo Pasal 45 ayat 1 Undang-Undang No. 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.

Dalam pasal UU dimaksud menyebutkan, melarang setiap orang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan/atau mentransmisikan dan/atau membuat dapat diaksesnya Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik, yang memiliki muatan penghinaan. Dan/atau pencemaran nama baik. Ancaman pidana maksimal enam tahun. 

"Alhamdulillah langsung diterima dan diproses penyidik Subdit II Tindak Pidana Perbankan dan Cyber Crime Direktorat Kriminal Khusus Polda Lampung," ungkap Wahrul Fauzi kepada rilislampung.id.

Pihaknya langsung di-BAP (berita acara pemeriksaan). Dia juga menyertakan berbagai bukti pendukung laporan seperti screenshoot percakapan di Facebook.

"Tadi sudah diterima dengan baik dan diproses cepat dan lancar, baik dari SPKT, maupun konsul ke penyidiknya," terangnya.

Wahrul menyatakan ini adalah bentuk dukungannya terhadap pers. Agar pelaporan semacam ini menjadi efek jera terhadap agar tidak menghina media dan mengkotak-kotakkan.

Sementara itu, Ketua Ikatan Wartawan Online (IWO) Lampung, Wawan Sumarwan menyatakan terus mengawal proses laporan dugaan pelecehan terhadap profesi wartawan. 

Diketahui, Eko dalam rilis hasil survei pada Kamis (12/4/2018) hanya mengundang tujuh media. Kemudian dalam medsos, ia menyatakan tidak mengundang media lain karena keterbatasan dana.

Menurut Eko, dana dimaksud dibutuhkan untuk minum wartawan dan amplop. Kalimat inilah yang melukai perasaan sebagian jurnalis dan kemudian memilih melaporkan Eko.

Sayang hingga berita diturunkan, Eko belum berhasil dikonfirmasi. Berkali-kali ditelepon di nomor 081379833xxx, Eko tidak menjawab meski teleponnya dalam keadaan aktif. Pesan WhatsApp media ini pun tak dibalas. (*)

 

Editor Gueade


Bagaimana reaksi anda tentang artikel ini?
500
komentar (0)




2019 | WWW.RILIS.ID