Ridho Ficardo Didapuk Sebagai Pemuda Anti Hoax
lampung@rilis.id
Sabtu | 05/05/2018 12.39 WIB
Ridho Ficardo Didapuk Sebagai Pemuda Anti Hoax
Pertemuan mahasiswa Hubungan Internasional se-Indonesia, di Taman Gajah, Enggal Kota Bandar Lampung, Jumat (4/5/2018) malam.  FOTO: Istimewa

RILIS.ID, Bandarlampung – Mahasiswa jurusan Hubungan Internasional se-Indonesia dan beberapa komunitas di Lampung, mendapuk M. Ridho Ficardo, sebagai salah satu generasi Pemuda Anti Hoax.

Ketua umum Himpunan Mahasiswa Jurusan Hubungan Internasional Universitas Lampung (Unila), M. Firly Ramadhan mengatakan, Ridho adalah salah satu tokoh muda yang berhasil membawa nama baik Provinsi Lampung.

Ridho juga menjabat sebagai gubernur pada usia 33 tahun, dan tercatat sebagai gubernur termuda di Indonesia saat dilantik.

Di usianya yang cukup muda, Ridho dinilai berhasil membawa kemajuan di Provinsi Lampung dengan meningkatkan daya saing dari peringkat 25 nasional pada tahun 2015, meloncat menjadi peringkat 11 nasional pada awal tahun 2018.

Atas keberhasilan tersebutlah yang melatar-belakangi pemuda-pemudi mahasiswa jurusan Hubungan Internasional se-Indonesia dan beberapa komunitas di Lampung yang mendapuk beliau untuk melakukan sharing wawasan seputar generasi pemuda anti hoax.

 “Ridho Ficardo adalah tokoh muda yang dapat menjawab tantangan diera globalisasi. Harapan kami dengan hadirnya beliau malam ini dapat menjadi inspirasi bagi kaum muda untuk dapat memanfaatkan teknologi untuk kegiatan positif, jangan sampai terjerumus pada kegiatan menyebarkan hal negatif seperti hoax,” papar Firly, dalam pertemuan mahasiswa Hubungan Internasional se-Indonesia, di Taman Gajah, Enggal Kota Bandar Lampung, Jumat (4/5/2018) malam. 

Sementara dalam sambutannya, Ridho yang juga cagub petahana ini menjelaskan, bahwa teman-teman mahasiswa Hubungan Internasional, bisa menjadi garda terdepan dalam menjaga informasi yang benar dari informasi yang menyimpang untuk suatu kepentingan.

Ridho memaparkan, tantangan yang dihadapi generasi muda di era globalisasi dengan kemajuan teknologi Informasi (internet, media sosial) yang ada saat ini, justru banyak Issue/berita yang mengandung hoax.

Menurut Ridho, isu SARA yang paling dapat memecah persatuan dan kesatuan bangsa dan dapat melemahkan NKRI.

“Untuk itu, pemuda adalah garda terdepan dalam upaya melawan hoax sebagai bagian dari ketahanan nasional (daya tahan bangsa),” jelasnya.

Langkah-langkah yang dapat diambil adalah dengan cek dan ricek kembali suatu informasi atau berita. Membekali diri dan bersikap terbuka dengan informasi baik dari dalam dan luar negeri. Kemudian, membangun komunikasi off line yang lebih banyak ketimbang online.

Kegiatan itu sendiri bertema Gerakan Nasional Revolusi Mental Sakai Sambaian Pemuda Anti Hoax yang dipusatkan di Taman Gajah, juga diisi dengan kegiatan pentas seni, bazar, pasar kuliner, hingga parade budaya.

Kegiatan diikuti oleh 264 mahasiswa Hubungan Internasional dari seluruh Indonesia dari  49 universitas. Diantaranya, Papua, Kalimantan, Riau, Jakarta, Bandung, dan lain-lain. (*)

Editor


Bagaimana reaksi anda tentang artikel ini?
500
komentar (0)




2019 | WWW.RILIS.ID