Ridho Minta Sekolah Cegah Kasus Audrey Terjadi di Lampung

Jumat | 12/04/2019 10.54 WIB
Ridho Minta Sekolah Cegah Kasus Audrey Terjadi di Lampung
ILUSTRASI: ISTIMEWA

RILIS.ID, Bandarlampung – Kasus penganiayaan dan perundungan atau bully terhadap Audrey, siswi SMP oleh sejumlah siswa SMA di Pontianak, memberikan efek negatif kepada para pelajar di Indonesia.

Di Lampung, Gubernur M. Ridho Ficardo buru-buru melakukan antisipasi untuk mencegah terjadinya peristiwa serupa di wilayahnya.

Ridho langsung mengumpulkan kepala SMA/SMK dan Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) di Ruang Rapat Utama Kantor Gubernur Lampung, Kamis (11/4/2019).

Menurut Ridho, kasus yang dialami Audrey sangat meresahkan, terutama bagi orang tua dan dirinya sebagai pimpinan daerah.

“Sepanjang tidak ketahuan, tidak terjadi masalah karena tidak ada yang melapor, situasi ini banyak terjadi sekitar kita,” katanya.

Ridho menyatakan kasus bully bisa kapan saja dialami oleh seorang siswa dari seniornya. Dia berharap hal itu tidak boleh terjadi di Lampung.

Menurut dia, keberhasilan seorang guru dan sekolah tidak melulu dilihat dari nilai akademik dan yang masuk ke Perguruan Tinggi Negeri.

“Situasi hari ini, pendidikan bukan murni akademik tapi pembentukan karakter. Pendidikan karakter melibatkan guru, wali kelas, keluarga, bahkan ekstrakurikuler,” ungkapnya.

Ridho pun berencana membuat peraturan daerah (perda) terkait kekerasan sekolah dan membentuk tim siber bagi sekolah-sekolah di Provinsi Lampung.

“Cybercrime sendiri dalam upaya meningkatkan kualitas keamanan dan kenyamanan pendidikan di sekolah. Ini wajib kita perhatikan dalam kekerasan yang terjadi di sekolah,” tandasnya.

Sementara Kepala SMAN 1 Kotagajah Dasiyo Priambodo menambahkan ada beberapa hal yang telah dilakukan di sekolahnya.

Salah satunya membentuk tata tertib yang mengatur tentang hukuman bagi para pelajar yang terlibat perkelahian dan kekerasan di sekolah.

“Jadi guru-guru tidak ikut menghakimi anak tersebut, karena sudah ada aturan yang kita terapkan,” katanya.

Berbeda dilakukan Kepala SMKN 6 Bandarlampung Salahuddin. Pihaknya mengumpulkan semua wali murid dan pegawai untuk sepakat tentang penghapusan segala bentuk kekerasan di sekolah. (*)

Editor Segan Simanjuntak


Bagaimana reaksi anda tentang artikel ini?
500
komentar (0)

 





2019 | WWW.RILIS.ID