Run Boy Run, Film Karya Anak Lampung Tampil di Balinale
lampung@rilis.id
Senin | 17/09/2018 22.44 WIB
Run Boy Run, Film Karya Anak Lampung Tampil di Balinale
Cover film "Run Boy Run" yang tampil di Balinale. FOTO: ISTIMEWA

RILIS.ID, Bandarlampung – Sebuah film pendek “Run Boy Run” karya sutradara asal Lampung Aji Aditya kembali menuai prestasi. Ini setelah film yang disutradarainya, Agus dan Agus menjadi official selection Ha Noi International Film Festival pada 2016.

Film ”Run Boy Run” berdurasi 20 menit ini diproduksi Ziva Film (Lampung), Komunitas Dongeng Dakocan (Lampung), dan berasosiasi dengan Super 8 mm (Jakarta). 

Film yang diproduseri Iin Muthmainnah itu sukses menembus Balinale ”Bali Internasional Film Festival”  untuk World Premiere. Karya ini lolos seleksi bersama lebih dari 100 film berbagai genre lainnya (film panjang, film pendek, dan film Dokumenter) dari 30 negara peserta.

Balinale merupakan sebuah festival film dengan taraf Internasional, digelar setiap tahun di Kota Denpasar.  Tahun ini Balinale dihelat pada 24-30 September. Ada lebih dari 30 negara di dunia yang terlibat dengan 100 film dari berbagai kategori dan genre.

Balinale sendiri merupakan festival yang memberi kesempatan seluas-luasnya kepada sutradara dan penggiat film untuk dapat berkarya dan mengapresiasi karya-karya dari berbagai belahan dunia dan berjejaring antarnegara.

Dalam siaran pers yang diterima rilislampung.id, Senin (17/9/2018) disebutkan dari sumber wikipedia, telah banyak film yang dibuat dengan mengambil setting di Pulau Dewata ini. Semisal “Eat Pray Love” karya Ryan Murphi dan “Alex Cross” karya Rob Cohen.

”Run Boy Run” berkisah tentang Aryo seorang anak berusia 10 tahun (Aryo Imaduddin Dzaky) yang terinfeksi HIV/AIDS dari Ibunya (Nevia Setiana) yang baru saja meninggal akibat TBC. 

Setelah kematian ibunya Aryo berjanji akan segera menyusul dengan cara tidak mau mengkonsumsi obat bagi penderita HIV. Sang ayah (Chicco Jerikho) berusaha sangat keras membujuk anaknya dengan cara bermain kejar-kejaran di sekeliling Pulau Pahawang.

Film ”Run Boy Run” sendiri merupakan film bergenre drama, banyak menampilkan adegan yang humanis tentang hubungan seorang ayah dan anak.  ”Run Boy Run” akan tayang pada Kamis (27/9/2018) pukul 16.00 waktu setempat di Plaza Renon Denpasar Bali.

Para kru film berasal dari tiga kota yakni Bandarlampung, Jakarta, dan Bandung.  Semua yang terlibat dalam pembuatan film ini adalah teman-teman dari komunitas dan penggiat film profesional.  Meski tak satupun dari pemain maupun kru dibayar dalam produksi film ini. 

Iin Muthmainnah mengatakan, proses kreatif film ini cukup panjang. Direncanakan sejak April 2017 dan mulai diproduksi pada 8-12 Mei 2017 di Pulau Pahawang, Pesawaran, Lampung.  Pasca Produksi dilakukan di Bandarlampung, Jakarta, dan Bandung. 

Pascaproduksi memakan waktu cukup panjang sampai akhirnya terselesaikan pada triwulan pertama tahun 2018.  Perjalanan produksi yang panjang tersebut, salah satunya adalah  disebabkan oleh keterbatasan dana yang ada. 

”Setelah semua proses selesai, kami baru mendaftarkan ’Run Boy Run’ ke berbagai Festival Film Internasional.  Semoga nantinya setelah World Premiere di Balinale, Film ini ditakdirkan hadir dalam berbagai festival film Internasional lainnya,” harapnya. (*)

Executive Produser: Ivan Bonang
Produser:
- Iin Muthmainnah
- Aji Aditya
- Chicco Jerikho
Line Produser: Muhamad Reza
Director: Aji Aditya
Asisten Director: Fahmie Yanardi
Director of Photography: Ary M Subarkah
Asisten Cameraman: Nopan Adi Nendra
Grafer: Wily Bayu Aji
Sound Engineer:  YD Napis
Art Director:  Danar Yudhistira
Make Up dan Costum: Teny Indah Susanti
Clapper: Nada Khalisha
Runner: Agung Fadhillah
Soundman: Ryan Nurul
Editor Off Line: Fahmie Yanardi
Colouring: 
- Andhy Pulung
- Super 8 mm

Pemain:
Chicco Jerikho (Ayah)
Aryo Imaduddin Dzaky (Anak)
Nevia Setiana (Ibu)
Danar Yudhistira (Pemuda)
Ucha (Anak SMP 1)
Nada Khalisha (Anak SMP 2)
Iin Muthmainnah (Emak Warung)
Teny Indah (Penumpang Kapal)
Eli Aiboy (Nahkoda Kapal)

Editor Gueade


Bagaimana reaksi anda tentang artikel ini?
500
komentar (0)




2019 | WWW.RILIS.ID