Saksi Mengaku Beri Uang Proyek Belasan Miliar untuk Mustafa
Dwi Des Saputra
Kamis | 25/02/2021 22.02 WIB
Saksi Mengaku Beri Uang Proyek Belasan Miliar untuk Mustafa
Saksi memberi keterangan di hadapan JPU KPK dan majelis sidang di PN Tanjungkarang. FOTO: RILISLAMPUNG.ID/ Dwi Des Saputra

RILIS.ID, Bandarlampung – Sidang lanjutan kasus yang menjerat mantan bupati Lampung Tengah (Lamteng), Mustafa, kembali bergulir, Kamis (25/2/2021).

Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari KPK, Taufik Ibnugroho, kali ini mengajukan tiga orang saksi untuk dimintai keterangan.

Mereka adalah Direktur Utama CV Tetayan Konsultan Darius Hartawan; Rizani Andi Wijaya (Ketua DPC NasDem Terbanggibesar, Lamteng), dan Paryono (Sekretaris DPD NasDem Lamteng).

JPU mencecar pertanyaan kepada Darius Hartawan sebagai orang yang pertama memberi kesaksian.

Darius mengaku mengenal Mustafa karena dirinya adalah kakak tingkat Mustafa semasa kuliah di Fakultas Teknik Unila.

Hubungan mereka bertambah dekat saat Mustafa mencalonkan diri sebagai gubernur Lampung. Inilah yang membuatnya tertarik untuk mendapatkan salah satu proyek di Lamteng. 

”Saya diberitahu Taufik (mantan Kadis Bina Marga Lamteng), jika ada uang pangkal untuk mendapatkan pekerjaan (proyek),” ucap Darius.

Ia menyatakan telah lima kali menyerahkan uang kepada Mustafa melalui orang-orang yang telah ditunjuk. Total Rp12,95 miliar.

Sementara, Rizani sebagai petani singkong dan jasa angkutan mengaku pada 2016 pernah ditelepon ajudan Mustafa untuk menjadi pengurus Partai Golkar di Lamteng.

Kemudian, ia pindah ke NasDem karena Mustafa juga pindah ke partai itu. Ia menerangkan pernah diminta secara khusus mengurus proyek.

”Saya ditelepon ajudan untuk menghadap Mustafa di Nuwo Balak (rumah dinas bupati Lamteng),” ungkap dia.

Dia mengatakan pernah dititipkan uang Rp1,5 miliar, kemudian Rp3 miliar di akhir 2017, lalu Rp2,3 miliar pada Februari 2018 untuk diserahkan ke Mustafa. (*)

Editor gueade


Bagaimana reaksi anda tentang artikel ini?
500
komentar (0)




2019 | WWW.RILIS.ID