Salat Tarawih dan Id Diimbau di Rumah
Ari Gunawan
Selasa | 21/04/2020 20.58 WIB
Salat Tarawih dan Id Diimbau di Rumah
Sejumlah organisasi keagamaan di menyampaikan panduan ibadah salat pada bulan Ramadan dan Idul Fitri, Selasa (21/4/2020). Foto: rilislampung.id/ Ari Gunawan

RILIS.ID, Lampung Barat – Sejumlah organisasi keagamaan di Kabupaten Lampung Barat (Lambar) menyampaikan panduan ibadah salat pada bulan Ramadan. Juga kegiatan peribadatan lainnya di tengah pandemi Covid-19.

Penyampaian maklumat tersebut difasilitasi Dinas Komunikasi dan Informasi (Kominfo) setempat, Selasa (21/4/2020).

Hadir Ketua MUI yang diwakilkan sekretaris Miftahus Surur; Ketua Muhammadiyah Tantowi Usman; dan Sekretaris Nahdlatul Ulama (NU) Abdul Gani.

Acara digelar di Posko dan Media Center Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Lambar di aula Dinas Kesehatan setempat.

Miftahus mengatakan, maklumat bersama tersebut sudah ditandatangani bupati, kementerian agama (kemenag), Majelis Ulama Indonesia (MUI), dan organisasi Islam lainnya.

Isi kesepakatan tersebut, jelasnya, umat Islam tetap wajib melakukan ibadah puasa. Namun diimbau untuk sahur dan buka puasa di rumah.

”Jadi tidak ada sahur dan buka puasa bersama. Semua ditiadakan, semua dirumahkan,” tegasnya.

Demikian juga salat tarawih diimbau untuk di rumah bersama keluarga. Seandainya masih ada yang melaksanakan di masjid atau musala, dianjurkan memperhatikan protokol kesehatan.

”Jadi setiap jamaah diwajibkan memakai masker, bawa sajadah sendiri, jaga jarak, membawa hand sanitizer, dan tempat ibadah diwajibkan menyediakan sabun untuk cuci tangan,” ungkapnya.

Sementara, ibu hamil atau orang dewasan dan anak-anak yang sedang flu dan bisa menimbulkan ketidaknyamanan diminta tidak tarawih di masjid. 

”Tarawih juga dilaksanakan seefektif mungkin, sesingkat mungkin, untuk mengurangi frekuensi pertemuan di dalam masjid,” ingatnya.

Sedangkan untuk salat Idul Fitri (Id) yang lazim dilaksanakan di masjid atau lapangan, untuk sementara belum ada pengumuman. Masih menunggu arahan pusat.

”Yang jelas tidak boleh takbiran keliling dan bagi warga yang mengelola zakat meminimalkan untuk tidak kontak fisik dan pastikan area penerimaan zakat dijaga kebersihannya," ungkapnya.

Tantowi menambahkan, dalam segi ibadah sebetulnya tidak bisa melarang untuk melaksanakan di mana saja. Namun di tengah pandemi Covid-19 sebaiknya mengikuti anjuran yang sudah ada.

"Jika dalam kedaruratannya kita masuk kategori zona merah, maka kegiatan salat berjamaah di masjid kita tiadakan. Dengan kata lain salat di rumah masing-masing," ungkap Tantowi.

Abdul Ghani menegaskan surat edaran bersifat fleksibel. Jika kondisi memburuk, maka salat tarawih di masjid dan salat Idul Fitri dilakukan di rumah.

"Tapi jika kondisinya membaik, maka surat edaran tersebut bisa kita hapus," tutupnya. (*)

Editor gueade


Bagaimana reaksi anda tentang artikel ini?
500
komentar (0)

 





2019 | WWW.RILIS.ID