Sambil Menangis, Warga Lambar Keluhkan Bantuan Tak Kunjung Tiba - RILIS.ID
Sambil Menangis, Warga Lambar Keluhkan Bantuan Tak Kunjung Tiba
Ari Gunawan
Senin | 18/05/2020 20.08 WIB
Sambil Menangis, Warga Lambar Keluhkan Bantuan Tak Kunjung Tiba
Marlina, warga Pekon Padang Cahya mengungkapkan keluh kesahnya di Sekretariat PWI Lambar, Senin (18/5/2020). FOTO: RILISLAMPUNG.ID/ Ari Gunawan

RILIS.ID, Lampung Barat – Marlina (62) warga Pekon Padang Cahya Kecamatan Balikbukit, Lampung Barat (Lambar), menyambangi Sekretariat PWI di kompleks perkantoran Pemkab setempat, Senin (18/5/2020).

Kepada awak media, dia menyampaikan keluh kesahnya terkait bantuan dari pemerintah yang tidak pernah diterimanya. Padahal secara ekonomi ia masuk kriteria warga kurang mampu.

”Baik dari pemerintah daerah maupun Pemerintahan Pekon Padang Cahya. Tak ada Bantuan Langsung Tunai (BLT) maupun sembako dan lainnya,” ungkap Marlina.

Dia mengatakan, suaminya hanya tukang ojek dan dirinya sempat bekerja di Sekretariat DPRD Lambar sebagai cleaning service untuk mencukupi kebutuhan hidup sehari-hari.

”Padahal keluarga saya juga terdampak Covid-19 dan saya orang tidak mampu,” keluh Marlina seraya mengusap air matanya.

Dia mengungkapkan dirinya mengetahui warga lain di tempat tinggalnya sudah mendapat bantuan.

Marlina sempat mendatangi rumah peratin guna menanyakan perihal tersebut. Namun peratin tidak di rumah.

”Saya sudah cukup sabar selama ini. Kalau memang pemerintah berniat memberi bantuan secara merata dan adil, kenapa keluarga saya tidak pernah terdata?” imbuhnya.

Terpisah, Peratin Pekon Padang Cahya, Mad Darmawan, saat dikonfirmasi mengungkapkan, memang belum semua warganya mendapat bantuan.

”Bantuan ini kan banyak. Kemungkinan Marlina ini sudah terdata di bantuan selain BLT. Siapa tahu dia sudah mendapat bantuan yang diberikan kepada 10 persen dari jumlah penduduk atau bantuan untuk lansia, bantuan ibu hamil atau lainnya,” ungkap Mad.

Menurut dia, kendala belum semua warga mendapatkan bantuan yakni belum terkumpulnya dana secara keseluruhan.

”Mudah-mudahan jika seluruh dana sudah masuk semua, seluruh warga Pekon Padang Cahya bisa mendapatkan bantuan,” harapnya.

Soal BLT dari Dana Desa, dia menerangkan memang tidak memadai. Bahkan pihaknya sudah mengambil jumlah maksimal dari 35 persen DD pekon. Hanya 239 kepala keluarga (KK) yang dapat.

”Jadi, saya berharap warga sabar dan seharusnya jika ada keluhan seperti ini bisa menanyakan langsung kepada saya,” pungkasnya. (*)

Editor gueade


Bagaimana reaksi anda tentang artikel ini?
500
komentar (0)




2019 | WWW.RILIS.ID