Sambil Pegang Obeng, Tersangka Curas: Mbak, Boleh Minta Motornya?
Muhammad Iqbal
Rabu | 05/12/2018 14.09 WIB
Sambil Pegang Obeng, Tersangka Curas: Mbak, Boleh Minta Motornya?
Kapolsek Kedaton Kompol Hanung Andayanta (kanan) didampingi Kasubag Humas Polresta Bandarlampung AKP Titin Maimunah, saat gelar ekspose kasus curas, Rabu (5/12/2018). FOTO:RILISLAMPUNG.ID/M.Iqbal

RILIS.ID, Bandarlampung – Selalu saja ada alasan bagi para pelaku tindak kejahatan untuk melancarkan aksinya. Kali ini dengan dalih tak punya uang, tersangka Hendra Wijaya (25) merampas sepeda motor Yamaha Mio Soul BE 6664 YO milik korban, Gracela Natalia, warga Jalan Sultan Haji, Kotasepang, Kecamatan Labuhanratu, Kota Bandarlampung.

Tersangka yang sehari-harinya kernet angkutan kota (angkot), kini harus mendekam di balik sel jeruji besi tahanan Mapolsek Kedaton, Bandarlampung lantaran aksi curas (pencurian dengan kekerasan) itu.

Tersangka menuturkan, dirinya pulang kerja tapi tak dapat uang sama sekali. Sudah seharian narik angkot tapi tak tak dapat hasil. Sampai rumah, tak ada beras, terus istri juga sakit.

“Saya cari pinjaman uang sama kawan, tapi pas baru keluar gang rumah, saya liat ada mbak-mbak sedang duduk di atas motor megang dompet, saya minta aja motornya. Mbak, saya boleh minta motornya? Jadi, saya enggak ngerampas, saya cuma minta, memang tangan saya pas minta megang obeng,” katanya kepada Rilislampung.id di Mapolsek Kedaton, Rabu (5/12/2018).

Setelah itu korban berteriak sambil berlari meninggalkan sepeda motornya. 

“Mbak itu yang pergi sambil teriak-teriak motornya ditinggalin, jadi saya amanin motornya, saya bawa pergi dari lokasi tapi gak jauh,” ujarnya.

Tak sampai 12 jam dari peristiwa itu, petugas Polsek Kedaton berhasil meringkus tersangka di dekat lokasi.

“Kami tangkap tersangka enggak jauh dari lokasi, hanya beberapa jam dari kejadian. Kalau alasan dia iya karena gak ada uang, dan hanya meminta, tapi jelas barang milik korban sudah pindah dari lokasi kejadian,” jelas Kapolsek Kedaton Kompol Hanung Andayanta.

Sementara atas perbuatannya tersebut tersangka dijerat dalam pasal 365 KUHP dengan ancaman hukuman penjara selama 12 tahun.(*)

Editor



Bagaimana reaksi anda tentang artikel ini?
500
komentar (0)




2019 | WWW.RILIS.ID