Sampah Warga Seribu Ton Sehari, Pemkot Dituntut Serius
lampung@rilis.id
Minggu | 18/04/2021 17.10 WIB
Sampah Warga Seribu Ton Sehari, Pemkot Dituntut Serius
Wakil Ketua DPRD Bandarlampung Aep Saripudin. FOTO: HUMAS PKS

RILIS.ID, Bandarlampung – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandarlampung saat ini sedang membahas rancangan pembangunan jangka menengah daerah (RPJMD) tahun 2021-2026.

Terkait hal tersebut, wakil ketua DPRD Kota Bandarlampung, Aep Saripudin, meminta pemkot lebih serius menangani sampah.

Aep menuturkan sampah Bandarlampung yang masuk tempat pembuangan akhir (TPA) Bakung sudah mencapai 1.000 ton per hari. Jika tidak ditangani sesegera mungkin, TPA  akan over kapasitas. 

Aep memberikan apresiasi jika sampah di TPA Bakung dikelola menjadi briket. Tapi jika tidak ditangani di hulu, yaitu rumah tangga, pasti akan tetap terjadi kapasitas berlebih dalam pengelolaan sampah di TPA.

Bandarlampung sebenarnya sudah memiliki peraturan daerah (perda) tentang pengelolaan sampah. Hanya dalam Perda nomor 5 tahun 2015 itu, pengelolaan sampah perlu diseriusi oleh Pemkot menjadi kebijakan teknis. Keseriusan ini harus dimulai sejak disusunnya RPJMD.

Dalam perda tersebut sudah sangat jelas, salah satu tugas pemerintah daerah dalam pasal 5 adalah menumbuhkembangkan dan meningkatkan kesadaran masyarakat dalam pengelolaan sampah.

Pemkot juga melaksanakan pengelolaan sampah serta memfasilitasi sarana dan prasarana pengelolaan sampah.

Pasal 7 dijelaskan pemkot menyelenggarakan pengelolaan sampah, menetapkan kebijakan dan strategi dalam pengelolaan sampah berdasarkan kebijakan provinsi dan nasional.

Sementara di pasal 20 dijelaskan dalam pengurangan sampah meliputi kegiatan; pembatasan timbunan sampah; pendauran ulang sampah; dan/atau pemanfaatan kembali sampah.

“Diperlukan peran aparatur pemerintah dari RT sampai camat, saling bahu-membahu memberi pengertian kepada masyarakat dalam pengelolaan sampah,” papar Aep.

Dari mulai pemilahan sampah organik dan non-organik, yang bisa didaurulang, hingga inovasi pengelolahan sampah menjadi kerajinan menarik dan bermanfaat.

Ketua Badan Pemenangan Pemilu dan Pilkada DPW PKS Lampung ini juga memberikan contoh sampah jika dikelola secara benar sesuai klasifikasinya bisa menghasilkan nilai ekonomis.

Misalnya mengelola sampah organik menjadi pupuk organik yang hasilnya bisa sebagai pupuk tanaman pekarangan warga yang bisa menjadi tempat penghijauan di lingkungan pekarangan rumah.

Atau pupuk organik bisa dijual sebagi nilai tambah ekonomi masyarakat. Atau sampah organik sebagai media ruang magot yang hasilnya bisa dijual sebagai pakan ikan atau burung.

Dan masih banyak lagi pengelolaan sampah yang memberikan manfaat lebih. Poin pentingnya adalah mengurangi masuknya kapasitas sampah ke TPA Bakung.

“Jika ini diseriusi, mungkin saatnya Bandarlampung meraih Piala Adipura kembali dalam periode 2021-2026,” tutup Aep. (*)

Editor gueade


Bagaimana reaksi anda tentang artikel ini?
500
komentar (0)




2019 | WWW.RILIS.ID