Saran Akademisi agar Caleg Perempuan Terpilih pada Pileg - RILIS.ID
Saran Akademisi agar Caleg Perempuan Terpilih pada Pileg

Selasa | 10/04/2018 08.01 WIB
Saran Akademisi agar Caleg Perempuan Terpilih pada Pileg
Yusdianto. ILUSTRASI: RILISLAMPUNG.ID/Sulis Wanto

RILIS.ID, Bandarlampung – Jelang Pemilihan Legislatif (Pileg) 2019, keterwakilan perempuan bisa mencapai target yang diharapkan yaitu 30 persen. Karena pada hasil pileg 2014 lalu hanya 14 persen perempuan yang duduk di DPRD Provinsi  Lampung.

Akademisi dari Universitas Lampung (Unila) Yusdianto meminta agar partai politik menyiapkan kader perempuan terbaiknya untuk pileg 2019 mendatang.

"Keterwakilan perepuan saat ini sangatlah kecil, contohnya di DPRD Provinsi hanya 12 anggota yang perempuan dari 85 anggota secara keseluruhan. Ini artinya hanya 14 persen, " katanya, via ponselnya,  Senin (9/4/2018). 

Oleh karena itu, dia menyarankan agar parpol memetakan apa saja yang menjadi faktor kenapa para perempuan ini sulit bersaing, apa kalah dana atau persaingan internal.

"Caleg berkualitas jangan diadu di dapil yang sama, karena konsentrasi caleg dalam 24 jam hanya memikirkan bagimana bisa mengalahkan teman satu partainya. Ini penyakit yang ada di seluruh partai politik," tandasnya.

Menurutnya, perlu ditekankan dan menjadi tanggungjawab bersama saat ini, bagaimana perolehan kursi perempuan di DPRD itu meningkat. 

Terpisah, Ketua DPW PBB Lampung, Nuraida mengungkapkan bahwa pastinya lebih banyak laki-laki ketimbang perempuan yang mendaftar di partainya. Karena, kata dia kesadaran politik lebih besar laki laki daripada perempuan. "Kesadaran politiknya laki-laki lebih banyak dari pada perempuan," ungkapnya. 

Meskipun demikian, pihaknya optimistis caleg PBB terisi semua di setiap dapil. "Untuk Provinsi, Alhamdulillah semua dapil sudah terisi. Cuma jumlah masing-masing tiap dapil bervariasi Jumlahnya," ungkapnya. 

Ditambahkan Nuraida saat ini sekitar 23 orang yang sudah mendaftar. "Cuma ibu ga hafal penyebarannya di 8 dapil itu, karena masih banyak yang belum mengembalikan Folmulir, dan itu masih internal Partai yang mendaftar," tegasnya. (*)

Editor Adi Pranoto


Bagaimana reaksi anda tentang artikel ini?
500
komentar (0)




2019 | WWW.RILIS.ID