Satu Tahun Saung Agrowisata, Sukses Berkembang Tanpa Riba
Kalbi Rikardo
Senin | 26/10/2020 08.04 WIB
Satu Tahun Saung Agrowisata, Sukses Berkembang Tanpa Riba
Pengunjung Saung Agrowisata berpose di salah satu spot foto. FOTO: DOKUMENTASI SAUNG AGROWISATA

RILIS.ID, Bandarlampung – Banyak usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang terpuruk, bahkan terpaksa gulung tikar di masa pandemi ini.

Namun ada juga yang bertahan dan justru berkembang di tengah terpaan badai Corona Virus Disease (Covid)-19.

Salah satunya adalah Rumah Makan (RM) Saung Agrowisata, yang terletak di Jl. Agrowisata I, Beringinjaya, Kemiling, Bandarlampung (baca: RM Saung Agrowisata: Nyaman, Enak, dan Murah).

RM dengan konsep saung-saung di atas kolam ikan ini, malahan baru saja merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) pertama. Tepatnya pada Rabu, 21 Oktober 2020.

Sebuah momen yang menandakan eksistensi Saung Agrowisata di dunia kuliner Kota Tapis Berseri.

”Dari hanya satu orang karyawan, sampai sekarang kami punya lima karyawan. Ini pun masih kurang sebenarnya,” ungkap Laela Sumarni, pemilik Saung Agrowisata, Minggu (25/10/2020).

Dia mengakui di masa awal merintis usaha kuliner semua serba pas-pasan. Hanya ada satu saung ditambah dua meja dengan empat kursi kayu panjang.

Ditambah lagi masuknya Covid-19 pada Maret 2020, memaksa Saung Agrowisata tutup sementara.

Barulah setelah pemberlakuan new normal pada awal Juni, dia memutuskan untuk kembali membuka RM ini.

Tak disangka, respons pecinta kuliner sangat baik. Dengan menu andalan khas Jawa Barat, sate maranggi, perlahan namun pasti Saung Agrowisata mulai berkembang.

Jumlah saung pun bertambah. Kini ada sepuluh saung ditambah satu musala kecil. Bahkan di sudut lokasi Saung Agrowisata sebelah kiri, terlihat sedang dibuat lagi beberapa saung baru.

”Iya, rencananya kami memang menambah lima saung lagi. Sehingga, total ada 15 saung. Doakan saja ya agar berjalan lancar,” ujar perempuan berhijab ini.

Ada satu hal menarik terungkap. Meski sedang membangun saung baru dan terus melakukan renovasi untuk kenyamanan pengunjung, Laela tegas menolak pinjaman berbau riba.

”Bukan satu dua orang yang ingin berinvestasi. Beberapa bank juga datang untuk menawarkan pinjaman. Tapi, saya tolak karena ya itu tadi, riba,” akunya.

Dia menyatakan riba dalam keyakinannya adalah dosa besar. Sesuatu yang harus dijauhi oleh umat muslim.

”Alhamdulillah, tanpa riba Saung Agrowisata malah bisa berkembang seperti sekarang. Mungkin karena masakannya banyak yang cocok. Harga juga murah,” syukurnya.

Nah, bagi yang penasaran mencicipi menu Saung Agrowisata, langsung saja datang ke lokasi. Masuk dari jalan di samping Ayam Geprek Bensu, lalu belok kanan menuju Jl Agrowisata I.

Kira-kira 100 meter, lokasi saung berada di kiri jalan. Atau yang tidak mau ribet, bisa klik google mapsSaung Agrowisata. (*)

Editor gueade


Bagaimana reaksi anda tentang artikel ini?
500
komentar (0)




2019 | WWW.RILIS.ID