Saum dan Ampunan - RILIS.ID
Saum dan Ampunan
lampung@rilis.id
Jumat | 25/05/2018 06.01 WIB
Saum dan Ampunan
Asrian Hendi Caya, Ketua Masyarakat Ekonomi Syariah Lampung; Peneliti Pusat Studi dan Informasi Pembangunan

RILIS.ID, – NABI Muhammad SAW menegaskan datangnya ampunan dari Allah bagi yang saum karena iman dan mengharap balasan hanya dari Allah (man shauma Ramadan imanan wahtisaban ghufirlahu maataqaddaman mindambih - HR. Bukhari No. 38 dan Muslim No. 760).

Bahkan ditegaskan kembali bahwa Allah akan memberikan ampunan bagi yang qiyam Ramadan dengan imanan wahtisaban (man qoma Ramadan imanan wahtisaban ghufirolahu maataqaddaman mindambih - HR. Bukhari No. 37 dan Muslim No. 759). Sungguh bulan Ramadan merupakan bonus Allah kepada manusia. Apakah kita tidak tertarik mendapatkan bonus Allah?

Ramadan benar-benar bulan pencucian dosa.  Banyak hadis yang menguatkan bagaimana Ramadan menjadi fasilitas Allah bagi manusia untuk mensucikan diri dari dosa-dosanya. Idul fitri sebagai ahir Ramadan digambarkan manusia dalam kondisi  fitri seperti ketika baru lahir yang tanpa dosa.

Sesungguhnya Allah mewajibkan puasa Ramadan dan saya menyunahkan bagi kalian salat malamnya. Maka barangsiapa melaksanakan ibadah puasa dan salat malamnya karena iman dan karena ingin mendapatkan pahala, niscaya dia keluar dari dosa-dosanya sebagaimana saat dia dilahirkan oleh ibundanya” (Diriwayatkan oleh Imam an-Nasî’i 4/158 dan lafazh ini adalah lafazh imam an-Nasâ’i; diriwayatkan juga oleh Imam Ahmad 1/191).

Salat lima waktu, salat Jumat hingga ke Jumat berikutnya, dan puasa Ramahan hingga ke Ramadan berikutnya, adalah kaffarat (penebus dosa) apa yang ada di antara keduanya selama ia menghindari dosa-dosa besar” [Shahiih Muslim No. 236].

Barangsiapa melaksanakan salat pada lailatul qadar karena iman dan mengharap pahala dari Allah, maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni” (HR. Bukhari No. 1901).

Sungguh Allah Maha Pengampun lagi Maha Pengasih dan Penyayang. Amat merugilah orang yang tidak memanfaatkan bulan Ramadan sebagai kesempatan menghapus dosa. Bila bulan Ramadan saja tidak dimanfaatkan bagaimana dengan bulan-bulan lainnya?  ”Siapa saja yang tidak diampuni di bulan Ramadan, maka sungguh di hari lain (di luar Ramadan), ia pun akan sulit diampuni” (Lathaif Al-Ma’arif, hlm. 371). "Amat merugi/hina seseorang yang Ramadan masuk padanya kemudian Ramadan pergi sebelum diampuni dosanya" (HR. al-Tirmidzi, Ahmad, al-Baihaqi, al-Thabrani, dan dishahihkan Al-Albani dalam Shahih al-Jaami', No. 3510).

Sementara manusia adalah tempatnya dosa. Tidak ada hari tanpa dosa. Lalu, mengapa kita tidak meminta ampunan? ”Setiap anak Adam banyak melakukan kesalahan & sebaik-baik yang melakukan kesalahan adalah mereka yang banyak bertobat” (HR Ibnu Majah).

Ayo bersegeralah minta ampun karena ini akan membawa kita pada takwa. Itulah sebabnya kewajiban saum Ramadan adalah untuk mencapai takwa. ”Ya ayyuhalladzina amanu kutiba ‘alaikum al-shiyam kama kutiba ‘alalladzina min qablikum la’allakum tattaqun (Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kalian berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kalian agar kalian bertakwa – Qs 2:183). Semoga... (*)

Editor Gueade


Bagaimana reaksi anda tentang artikel ini?
500
komentar (0)




2019 | WWW.RILIS.ID